Jakarta, InfoPublik - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mencatat peningkatan kinerja infrastruktur pada penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026 yang ditandai dengan menurunnya tingkat fatalitas kecelakaan serta terjaganya kelancaran lalu lintas di berbagai ruas utama.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan, hasil evaluasi menunjukkan tren perbaikan signifikan baik pada jalan dan jembatan nasional maupun jalan tol yang menjadi koridor utama mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
“Jika kita tarik benang merah, pelaksanaan mudik dan balik Lebaran 2026 menunjukkan bahwa sistem kita semakin baik, semakin cepat, dan semakin kuat. Namun, tantangan ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, sistem yang kita bangun harus adaptif dan terus diperbaiki,” ujar Dody dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Pada jalan nasional, tingkat kemantapan mencapai 93,5 persen dari total panjang 47.603 kilometer, dengan kondisi relatif baik di sebagian besar wilayah. Selain itu, berbagai titik rawan seperti banjir, longsor, kemacetan, dan kecelakaan juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan paling signifikan terjadi pada kejadian longsor.
Di sisi jalan tol, tingkat fatalitas kecelakaan tercatat menurun dari 8 persen menjadi 5 persen selama periode mudik dan balik Lebaran 2026. Kelancaran arus lalu lintas juga terjaga, tercermin dari waktu tempuh Jakarta–Semarang pada puncak arus mudik yang stabil di kisaran 5 jam 46 menit, didukung penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way).
Menurut Dody, capaian tersebut tidak terlepas dari pendekatan penanganan infrastruktur yang bersifat preventif, di mana perbaikan jalan dilakukan sebelum periode puncak arus dengan target maksimal 2×24 jam, serta didukung pemantauan intensif di lapangan.
“Dengan pendekatan ini, konektivitas tetap terjaga dan gangguan signifikan dapat diminimalkan. Hasilnya terlihat dari penurunan berbagai indikator risiko, termasuk kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Kinerja layanan di lapangan juga menunjukkan peningkatan, dengan waktu respons penanganan darurat berada pada kisaran lima hingga 8,5 menit, jauh lebih cepat dari standar pelayanan minimal 30 menit.
Selain itu, pengoperasian 10 ruas tol fungsional sepanjang sekitar 291 kilometer mampu melayani lebih dari satu juta kendaraan, sehingga meningkatkan fleksibilitas jaringan serta mengurangi beban lalu lintas pada ruas utama.
Sebagai bagian dari dukungan layanan, Kementerian PU juga mengoperasikan 546 posko mudik di seluruh Indonesia yang berfungsi sebagai tempat istirahat sekaligus titik respons cepat dalam kondisi darurat.
Ke depan, hasil evaluasi ini akan menjadi dasar perbaikan kebijakan, khususnya dalam menghadapi arus mudik Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta Lebaran 2027.
Menteri Dody menekankan tiga fokus utama, yakni memastikan seluruh jaringan jalan dalam kondisi optimal sebelum periode puncak, meningkatkan kapasitas dan manajemen rest area, serta mengoptimalkan rest area alternatif di luar jalan tol guna mendistribusikan beban lalu lintas secara lebih merata.
“Arah ke depan bukan sekadar menambah kapasitas, tetapi mengelola distribusi beban lalu lintas secara lebih cerdas dan terintegrasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengapresiasi kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan mudik tahun ini, termasuk penurunan angka kecelakaan serta peningkatan koordinasi antar kementerian dan lembaga.