Jakarta, InfoPublik - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubdat Kemenhub), Aan Suhanan menyampaikan rangkaian kebijakan dan capaian pengawasan transportasi selama penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu 2026 yang melibatkan pemantauan di ribuan titik di seluruh Indonesia.
Dalam laporan pada penutupan Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Jakarta, Senin (30/3/2026), Aan menyebut pemerintah telah melaksanakan berbagai langkah strategis, mulai dari penyusunan rencana operasi, pengaturan dan pengendalian transportasi nasional, hingga pelaksanaan ramp check untuk memastikan kelaikan sarana angkutan umum.
Selain itu, dilakukan pula manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan tol maupun arteri, sosialisasi kebijakan transportasi, program mudik gratis dan angkutan sepeda motor gratis, serta pemberian diskon tarif di berbagai moda transportasi. “Seluruh kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran,” ujar Aan.
Pengawasan dilakukan melalui total 1.560 titik pemantauan yang tersebar di berbagai simpul transportasi. Rinciannya meliputi 115 terminal tipe A, 62 terminal tipe B, 248 pelabuhan penyeberangan, 264 pelabuhan laut, 257 bandar udara, 472 stasiun kereta api, 43 gerbang tol, serta 44 ruas jalan arteri.
Selain itu, pemantauan juga diperkuat dengan teknologi melalui 7.159 titik CCTV dan 80 lokasi pemantauan menggunakan drone di berbagai jaringan transportasi nasional.
Aan Suhanan menambahkan, selama pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026, pemerintah juga menerapkan sanksi administratif terhadap operator angkutan umum yang melanggar ketentuan, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Meski secara umum berjalan lancar, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki ke depan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebagai bahan peningkatan kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran pada tahun berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ditjen Perhubungan Darat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kementerian dan lembaga, aparat TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga operator transportasi.
Aan berharap sinergi lintas sektor yang telah terbangun dapat terus diperkuat guna menghadirkan layanan transportasi yang lebih baik bagi masyarakat.