Jakarta, InfoPublik - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dalam kondisi aman selama masa arus balik Idulfitri 1447 Hijriah, khususnya di wilayah Lampung, setelah mencatat adanya lonjakan konsumsi hingga 50 persen untuk jenis bahan bakar tertentu.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Erika Retnowati, melalui keterangam resmi, usai melakukan peninjauan langsung di Pelabuhan Bakauheni dan sejumlah titik strategis di Lampung, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan pemantauan itu dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi energi menyusul peningkatan volume kendaraan pemudik yang kembali ke daerah asalnya.
"Kami dari Tim Posko Nasional ESDM sudah berdialog dengan pihak ASDP untuk memantau pemanfaatan BBM bagi kapal-kapal penyeberangan. Sejauh ini pengisian BBM berjalan lancar tanpa kendala, meski ke depannya kapasitas bunker di Merak perlu terus ditingkatkan," ujar Erika.
Selain memantau kesiapan di pelabuhan, tim Kementerian ESDM juga melakukan pengecekan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalur Tol Trans Sumatra, tepatnya di rest area KM 87.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, stok BBM untuk seluruh jenis produk dinyatakan sangat mencukupi meskipun terjadi kenaikan konsumsi yang signifikan selama periode mudik dan arus balik.
"Berdasarkan pantauan, stok BBM untuk seluruh jenis produk dinyatakan sangat mencukupi meski terjadi kenaikan konsumsi yang signifikan," katanya.
Data yang dihimpun Kementerian ESDM mencatat, kenaikan konsumsi bahan bakar jenis Pertamax sebesar 50 persen dan Pertalite sebesar 30 persen selama masa mudik dan balik tahun ini.
Sebaliknya, konsumsi solar cenderung mengalami penurunan akibat adanya pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama perayaan hari raya.
"Masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak ada kekosongan stok di SPBU. Antrean juga terpantau berjalan normal dan lancar," kata Erika.
Terkait ketersediaan LPG, Erika memastikan bahwa pasokan di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) berada dalam kondisi normal. Berbeda dengan BBM, konsumsi LPG di wilayah Lampung tidak menunjukkan kenaikan signifikan, yang diduga disebabkan oleh tingginya arus mudik penduduk keluar daerah.
Pemerintah mencatat ketahanan stok nasional untuk komoditas energi berada pada level yang aman. Cadangan bensin (gasolin) tercatat cukup untuk 21 hari ke depan, Pertamina Dex di atas 40 hari, dan avtur sekitar 30 hari.
Selain memastikan pasokan energi, rombongan dari Kementerian ESDM dan Pertamina Patra Niaga Sumbagsel juga meninjau fasilitas "Serambi Pertamina" di pelabuhan. Fasilitas gratis tersebut disediakan bagi pemudik yang kelelahan, mencakup layanan pemeriksaan kesehatan, kursi pijat, area bermain anak, hingga tempat pangkas rambut.