Jakartarta, InfoPublik — Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengapresiasi kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital dalam menjaga stabilitas konektivitas telekomunikasi selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul tingginya kebutuhan layanan komunikasi masyarakat selama musim mudik Lebaran, yang ditandai dengan lonjakan trafik telekomunikasi, baik untuk layanan suara, data internet, maupun penggunaan spektrum frekuensi.
Dave menilai, keberhasilan menjaga kualitas jaringan menunjukkan kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan digital masyarakat pada momen krusial nasional. Stabilitas konektivitas dinilai berperan penting dalam mendukung kelancaran komunikasi, aktivitas ekonomi digital, serta mobilitas masyarakat selama Lebaran.
“Komisi I DPR RI memberikan apresiasi atas langkah antisipatif dan kerja keras Kemkomdigi dalam menjaga kualitas layanan telekomunikasi. Konektivitas yang terjaga dengan baik selama Ramadan dan Lebaran bukan hanya mendukung komunikasi masyarakat, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman,” ujar Dave dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memastikan jaringan tetap optimal di tengah peningkatan trafik.
Lebih lanjut, Dave Laksono menekankan pentingnya keberlanjutan penguatan infrastruktur telekomunikasi secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, pemerataan akses internet dan pengelolaan frekuensi yang efektif menjadi faktor kunci dalam mempercepat transformasi digital nasional.
Komisi I DPR RI, lanjutnya, akan terus mendorong penguatan kebijakan serta pengawasan sektor telekomunikasi agar layanan digital semakin inklusif, aman, dan berdaya saing, terutama dalam menghadapi momentum dengan tingkat kebutuhan komunikasi yang tinggi.
Momentum Ramadan dan Idul Fitri, kata Dave, menjadi indikator penting bahwa sistem komunikasi nasional mampu bertahan dalam tekanan trafik tinggi, sekaligus mencerminkan kesiapan Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang andal.