Jakarta, InfoPublik — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubla) mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, untuk bijak mengatur waktu perjalanan arus balik Lebaran 2026. Pernyataan ini dikhususkan bagi pemudik yang melintasi penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.
Imbauan ini disampaikan seiring potensi lonjakan penumpang dan kendaraan akibat tradisi Lebaran Ketupat yang dirayakan sekitar satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud menegaskan bahwa konsentrasi perjalanan pada satu periode waktu tertentu berisiko menimbulkan kepadatan di pelabuhan. “Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif di luar periode puncak arus balik guna menghindari antrean panjang di Pelabuhan Ketapang,” ujarnya, Selasa (25/3/2026).
Kemenhub mencatat, potensi peningkatan mobilitas diperkirakan terjadi di wilayah Tapal Kuda, meliputi Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, hingga Banyuwangi, serta kawasan Kepulauan Madura.
Lonjakan ini dipicu oleh mobilitas masyarakat yang kembali dari kampung halaman bersamaan dengan perayaan Lebaran Ketupat.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan: Antrean kendaraan di pelabuhan, Waktu tunggu lebih lama, Penurunan kenyamanan perjalanan
Pemerintah melalui Kemenhub terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran arus balik, di antaranya:, Penambahan armada penyeberangan, Pengaturan operasional kapal, Peningkatan koordinasi lintas sektor
Upaya ini dilakukan bersama operator penyeberangan seperti PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Berdasarkan proyeksi ASDP, puncak arus balik lintasan Jawa–Bali diperkirakan terjadi pada 26 hingga 29 Maret 2026.
Dirjen Masyhud menegaskan bahwa kelancaran arus balik tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, namun kelancaran arus balik sangat dipengaruhi oleh peran aktif masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan secara bijak,” tegasnya.
Kemenhub mengingatkan masyarakat untuk: merencanakan perjalanan lebih awal, menghindari waktu puncak arus balik, membeli tiket secara daring, memantau informasi resmi kondisi pelabuhan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya perjalanan arus balik yang aman, tertib, dan nyaman.