Jakarta, InfoPublik – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan, pasokan gas bumi nasional dalam kondisi aman dan penyalurannya andal sepanjang periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H atau Lebaran 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Komite BPH Migas, Baskara Agung Wibawa, usai melakukan pemantauan langsung layanan jaringan gas bumi (jargas) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (25/3/2026).
Pemantauan dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan energi bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa dan mempersiapkan hari raya. “Alhamdulillah, ketersediaan gas bumi aman, khususnya selama periode Ramadhan dan Idulfitri. InsyaAllah, keandalan penyaluran gas lebih terjamin karena menggunakan jaringan pipa,” ujar Baskara Agung Wibawa dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).
Dalam peninjauannya, Baskara mengecek langsung operasional jargas dengan mengunjungi pelanggan rumah tangga dan usaha kecil di kawasan Lamongrejo dan Tumenggung Noto, Lamongan.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa pasokan gas bumi berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Selain mengecek infrastruktur, BPH Migas juga menyerap aspirasi warga untuk dijadikan bahan evaluasi dalam pengembangan jaringan gas bumi ke depan.
Baskara menyatakan, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perlu menjadi perhatian bersama bagi pelaku industri migas.
Menurutnya, keberlanjutan UMKM sangat bergantung pada dukungan energi yang andal, murah, serta berasal dari produksi dalam negeri. “Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, untuk memperluas pemanfaatan jargas secara masif guna mengurangi ketergantungan pada impor LPG,” ucap Anggota Komite BPH Migas tersebut.
Satu hal, BPH Migas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bertugas menjaga pasokan energi selama masa libur hari raya.
Baskara secara khusus menyebutkan sinergi dengan PT Pertamina (Persero), PT PGN (Persero), Gagas, dan Pertagas yang dinilai telah menjaga keandalan pasokan gas bumi. “Khususnya kepada Pertamina, PGN, Gagas, dan Pertagas, yang telah menjaga keandalan pasokan gas bumi sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kendala energi,” tuturnya.
Sementara itu, General Manager PGN Sales & Operation Region III, Hedi Hedianto, menyampaikan bahwa pengelolaan jargas di wilayahnya terus berkembang. Pihaknya menyiagakan Tim Penanggulangan Kondisi Gangguan selama 24 jam penuh untuk memastikan keandalan pasokan selama periode RAFI 2026.
Hedi juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah dan operator dalam menjaga keberlanjutan layanan energi. Ia menilai optimalisasi jargas sangat mendukung program kedaulatan energi nasional karena memanfaatkan gas bumi dari produksi dalam negeri.