Jakarta, InfoPublik - Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, mengharapkan agar nilai-nilai yang terkandung dalam bulan Ramadan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dubes Oemar sebagaimana dikutip dalam siaran pers Kedutaan Besar RI (KBRI) di Paris, Minggu (22/3/2026).
Dubes mengatakan, penyelenggaraan saalat Idulfitri tahun ini mengusung konsep kesederhanaan, sebagai bentuk pertimbangan atas dinamika geopolitik global sekaligus wujud solidaritas.
Kegiatan ibadah yang berlangsung di Wisma Duta RI itu, Jumat (20/3/2026), dihadiri oleh sekitar 400 warga negara Indonesia (WNI) serta diaspora Indonesia yang berada di Prancis.
Kehadiran para jemaah menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memaknai hari kemenangan meskipun berada di perantauan.
Sementara itu, dalam khutbahnya, Ustaz Rizky Hegia Sampurna menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momentum yang tepat untuk kembali kepada kesederhanaan, membersihkan hati, serta mempererat kepedulian terhadap sesama.
“Idulfitri menjadi momentum untuk kembali pada kesederhanaan, membersihkan hati, dan mempererat kepedulian terhadap sesama,” ujar Ustaz Rizky.
Ustaz Rizky mengingatkan, jemaah akan pentingnya menjaga keseimbangan hidup di tengah masyarakat yang beragam.
Ia menekankan, membangun hubungan baik tanpa memandang latar belakang merupakan wujud nyata dari rasa syukur.
Senada dengan hal tersebut, dua mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Le Cordon Bleu dan La Sorbonne, Fathia dan Lala, memaknai Idul Fitri sebagai momentum perbaikan diri.
Menurut mereka, perayaan Idulfitri di perantauan menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam komunitas.
Sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap sesama di tanah air, KBRI Paris bersama Perhimpunan Masyarakat Islam Indonesia Prancis (PERMIIP) dan Dompet Dhuafa turut memfasilitasi penerimaan zakat fitrah, zakat maal, infak, dan sedekah dari masyarakat serta diaspora Indonesia di Prancis.
Langkah itu diambil untuk memastikan penyaluran bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di Indonesia.