- Oleh Wahyu Sudoyo
- Senin, 24 Maret 2025 | 23:54 WIB
: Menkomdigi Meutya Hafid didampingi Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo dan Nezar Patria memastikan kesiapan mobil pemantau frekuensi dan kualitas jaringan sebelum melepas keberangkatan menuju titik-titik Posko Siaga (Amiri Yandi/Dit KPM Kemkomdigi)
Oleh Wahyu Sudoyo, Selasa, 25 Maret 2025 | 15:49 WIB - Redaktur: Untung S - 115
Jakarta, InfoPublik – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengerahkan 1.500 personel gabungan bersama operator selular di 386 Posko Siaga untuk menjaga layanan telekomunikasi tetap andal selama Hari Raya Nyepi dan masa mudik Lebaran 2025.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjamin kelancaran fasilitas transportasi dan layanan publik selama libur panjang.
"Ini adalah layanan dasar, dan kita adalah garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan sistem komunikasi dari Aceh hingga Papua," ujar Menkomdigi dalam Apel Bersama Posko Siaga Kualitas Layanan Telekomunikasi Optimal 2025 di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, pada Selasa (25/3/2025).
Menurut Meutya, total 1.500 personel gabungan akan bertugas selama periode mudik, terdiri atas 150 petugas dari Kemkomdigi dan personel dari masing-masing operator telekomunikasi.
Mereka akan memantau stabilitas jaringan, menanggapi gangguan, serta memastikan layanan digital berjalan lancar, khususnya di daerah dengan lonjakan trafik data tinggi.
Sedangkan Posko Siaga mulai beroperasi pada 26 Maret hingga 8 April 2025 atau selama masa cuti bersama lebaran.
Dari total 386 posko, 35 di antaranya berasal dari Kemkomdigi, sedangkan sisanya disiapkan oleh operator seluler, yakni 152 posko Telkomsel, 184 posko Indosat, 10 posko XL Axiata, dan lima posko Smartfren.
Titik strategis yang menjadi lokasi Posko Siaga ini termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Rest Area Tol Jakarta–Cikampek KM 57 dan 62, Stasiun Gambir Jakarta, serta Stasiun Tawang Semarang.
Kemkomdigi bersama operator juga mengerahkan 29 unit mobil teknis, termasuk mobil pemantau frekuensi dan kualitas jaringan guna memperkuat fungsi pengawasan dan penanganan gangguan telekomunikasi.
"Yang teman-teman lihat adalah mobil monitoring dan direction finder yang bertujuan untuk melacak sumber pancaran frekuensi, termasuk yang ilegal, juga untuk menangani gangguan dan pengawasan penggunaan spektrum frekuensi," jelas dia.
Menkomdigi mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kualitas layanan selama momen penting ini.
"Tugas ini adalah critical service, artinya masyarakat yang pulang mudik tentu akan amat membutuhkan komunikasi atau telekomunikasi yang baik," tutup Meutya Hafid.
Turut hadir dalam acara apel bersama ini Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dan Angga Raka Prabowo, serta para pejabat pimpinan tinggi madya Kementerian. Hadir pula Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, anggota Komisi I Gavriel Novanto dan Abraham Sridjaja, Wakil Kepala BSSN Albertus Rachmad Wibowo, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Himawan Bayu Aji, Direktur Utama PT Telkomsel, Nugroho, Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, serta perwakilan dari ATSI dan operator seluler nasional lainnya.