RUTENG, InfoPublik – Beban kerja yang masif dan tekanan psikologis di garis depan penanganan darurat bencana kerap kali mengabaikan aspek kesehatan mental para tenaga kesehatan (nakes) itu sendiri.
Menjawab urgensi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai melalui Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) mengambil langkah proaktif dengan memperkuat dukungan psikososial bagi para nakes.
Melalui kolaborasi strategis bersama Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (UNTAR) Jakarta, Dinkes Manggarai menggelar pelatihan khusus di Posko HEOC, Selasa (29/9/2026).
Pelatihan intensif ini menghadirkan pakar psikologi Meiske Yunithree Suparman, bersama tim relawan psikolog UNTAR untuk membedah dinamika tekanan mental yang mengintai para penyintas maupun petugas medis di lokasi bencana.
Para nakes dibekali instrumen pemahaman untuk mengenali gejala stres kronis pada diri sendiri sekaligus mempraktikkan teknik dasar Pertolongan Pertama Psikologis atau Psychological First Aid (PFA).
Melalui materi PFA ini, peserta dilatih memberikan pendampingan awal yang empatik dan aman kepada masyarakat terdampak, sekaligus memahami batasan kapasitas diri agar dapat merujuk kasus berat kepada tenaga profesional.
Langkah penguatan mental ini dinilai sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan roda pelayanan kesehatan selama masa transisi pemulihan pascagempa di Manggarai.
Kondisi fisik dan psikis nakes yang prima menjadi pilar mutlak agar pelayanan kemanusiaan tidak mengalami kendala.
Pihak HEOC Dinkes Manggarai menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim relawan UNTAR atas kepedulian tulus yang diberikan.
Kerja sama lintas sektor ini membuktikan bahwa pemulihan wilayah terdampak bencana tidak hanya berfokus pada rehabilitasi infrastruktur fisik semata, melainkan juga merajut kembali ketahanan psikologis manusia di dalamnya, karena para penolong juga membutuhkan penguatan agar tetap tangguh mengabdi. (MC Kab. Manggarai / Paulus Jeramun)