Kota Gorontalo, InfoPublik – Masalah penerangan yang belum memadai menjadi bagian penting yang harus diperhatikan dalam mendukung keamanan, kenyamanan, kelancaran aktivitas, sekaligus peningkatan kualitas pelayanan di kawasan pelabuhan.
Kepala UPTD PP Tenda, Lindawaty Hagu, mengatakan persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui komunikasi dan kolaborasi bersama antara pengelola pelabuhan dan para pelaku usaha.
“Kami melihat kebutuhan penerangan ini sangat penting, terutama karena aktivitas pendaratan dan pemasaran ikan berlangsung sampai malam bahkan dini hari. Karena itu, kami mengajak para pelaku usaha untuk duduk bersama dan mencari solusi terbaik agar aktivitas di pelabuhan tetap berjalan dengan aman dan nyaman,” ujar Lindawaty pada diskusi penataan dan perbaikan penerangan di area pelataran dan dermaga PP Tenda, Kamis (8/10/2026).
Diskusi dilaksanakan PP Tenda DKP Provinsi Gorontalo bersama asosiasi nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Menurut Lindawaty, kebersamaan seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga dan meningkatkan pelayanan di PP Tenda.
“Pelabuhan ini digunakan dan menjadi tempat beraktivitas bersama, sehingga diperlukan kepedulian dan partisipasi dari semua pihak,” tambahnya.
Langkah tersebut sejalan dengan perhatian Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, yang mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan pelayanan pelabuhan perikanan, termasuk pemenuhan fasilitas yang mendukung aktivitas nelayan dan pelaku usaha.
Dari hasil diskusi, para pelaku usaha menyatakan kesediaannya untuk bersama-sama membiayai perbaikan instalasi penerangan yang mengalami kerusakan. Kesepakatan ini menjadi bentuk kepedulian dan partisipasi pelaku usaha dalam mendukung kelancaran aktivitas di PP Tenda.
Lindawaty mengapresiasi komitmen tersebut. Menurutnya, kesediaan pelaku usaha untuk ikut mengambil bagian dalam penyelesaian persoalan fasilitas menunjukkan adanya semangat kebersamaan dalam membangun PP Tenda.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kesediaan dan komitmen para pelaku usaha. Kemajuan PP Tenda merupakan tanggung jawab bersama dan mudah-mudahan komunikasi seperti ini dapat terus kita bangun,” ungkapnya.
Pertemuan dihadiri Ketua Asosiasi Nelayan dan Pedagang Ikan, pemilik kapal, penampung dan pemasar ikan, serta pejabat pengawas dan staf UPTD PP Tenda.
Diskusi tersebut membahas kondisi penerangan yang saat ini belum maksimal akibat kerusakan dan terbakarnya instalasi listrik. Persoalan ini dinilai perlu segera ditangani karena PP Tenda telah beroperasi selama 24 jam dalam kurang lebih satu bulan terakhir, dengan aktivitas pendaratan dan pemasaran ikan yang berlangsung hingga malam dan dini hari.
Kolaborasi antara pemerintah, nelayan dan pelaku usaha diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan PP Tenda yang semakin aman, nyaman dan mampu mendukung aktivitas ekonomi perikanan masyarakat. (mcgorontaloprov/yanto)