Keketuaan Indonesia Memperkuat Kelembagaan ASEAN Jawab Tantangan Global

:


Oleh Ahmed Kurnia, Jumat, 31 Maret 2023 | 23:36 WIB - Redaktur: Untung S - 11298


Jakarta, InfoPublik – Sejumlah Kementerian melakukan ancang-ancang persiapan menghadapi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42 yang dijadwalkan pada 9-11 Mei 2023 mendatang. Sebut saja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan peningkatan dan pembangunan jalan baru dari Labuan Bajo menuju Tanamori yang jaraknya sekitar 25 km di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Dukungan tersebut bertujuan untuk memperlancar konektivitas Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo sekaligus mendukung pelaksanaan KTT ASEAN pada Mei 2023 mendatang. “Akses jalan yang semakin baik juga akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan sekitar dengan bangkitnya sektor pariwisata," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pembangunan jalan dilaksanakan sejak Januari 2022 lalu oleh kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya dan PT Yodya Karya dengan anggaran sebesar Rp481 miliar. “Diharapkan bisa diselesaikan semua pada Maret 2023, agar bisa digunakan sebagai jalan akses tamu ASEAN Summit,’’ kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT Agustinus Junianto.

Dengan adanya jalan itu, perjalanan dari Labuan Bajo menuju Tana Mori dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 30 menit – itu artinya memperbanyak aksesibilitas wisatawan ke destinasi wisata di sekitar Labuan Bajo.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno juga ikut memastikan, persiapan Labuan Bajo sebagai lokasi acara puncak KTT ASEAN 2023 yang ia klaim sudah mencapai 90 persen. Menteri Sandiaga mengungkapkan bahwa ia juga sedang menyiapkan ketersediaan listrik dan air bersih serta jaringan internet yang lebih baik di kawasan tersebut. "Kami akan pacu untuk ketersediaan listrik, air, dan telekomunikasi," kata Sandiaga usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, akhir Januari 2023 lalu.

Menteri Sandiaga tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mempromosikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas

Tak pelak lagi bahwa KTT ASEAN 2023 nanti akan menjadi panggung bagi Indonesia memimpin negara-negara ASEAN berkontribusi dan memberi solusi positif bagi dunia di tengah situasi global yang menantang, terutama di sektor ekonomi. “Indonesia menjadi Ketua ASEAN di tengah-tengah situasi global yang sangat tidak mudah. Krisis ekonomi, krisis energi, krisis pangan, perang, semuanya sedang terjadi,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa ASEAN masih penting dan relevan bagi rakyat, kawasan, dan dunia. “ASEAN akan terus berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di Indo Pasifik. Bahwa ASEAN akan terus dapat menjaga pertumbuhan ekonomi dan sesuai tema kita ASEAN Matters: Epicentrum of Growth,” kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga mengungkapkan - masa Keketuaan ASEAN 2023 akan dijalankan sejak awal Januari 2023 dan berlangsung hingga akhir Desember 2023. “Indonesia selaku ketua dan tuan rumah diharapkan dapat memunculkan ide dan inisiatif baru dalam mengatasi tantangan serta isu krusial lainnya yang menjadi perhatian di kawasan ASEAN dan dunia,” ungkap Presiden Ketika meninjau kesiapan fasilitas yang akan digunakan untuk KTT ASEAN beberapa waktu lalu (14/03/2023).

Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga optimis bahwa semua pemimpin negara ASEAN akan hadir dalam KTT yang akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. “Semua (kepala negara atau kepala pemerintahan) anggota ASEAN hadir,” tandasnya.

Sementara itu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga akan memanikan peran strategis dalam penyelenggaraan KTT ASEAN 2023. Setidaknya ada tiga peran strategis Kemenkominfo, yakni menyediakan infrastruktur komunikasi, melakukan komunikasi publik, serta menyampaikan substansi terkait digitalisasi dan ekonomi digital.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo dari Kemenkominfo, Usman Kansong, mengatakan dukungan komunikasi publik akan dilakukan dalam bentuk ekspos di berbagai media. Menurutnya akan hadir sekitar 300 hingga 500 wartawan yang meliput acara KTT ASEAN nanti.

Dirjen IKP Usman mengungkapkan bahwa peranan Kemkominfo diharapkan bisa membantu pencapaian tiga target dalam Keketuaan ASEAN Indonesia 2023, yakni sukses penyelenggaraan, sukses komunikasi publik, dan sukses substansi. “Jadi sukses penyelenggaraan, sukses komunikasi publik kemudian sukses substansi. Substansi itu yang menjadi target KTT ASEAN 2023,” tutur Usman.

Terkait substansi maka Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu Sidharto R. Suryodipuro. Mengungkapkan ada sejumlah isu prioritas yang akan dibahas dalam KTT ASEAN 2023 seperti isu ketahanan pangan, stabilitas keuangan, ketahanan energi, juga isu kesehatan. “Setelah pandemi, kita harus memastikan untuk bisa kembali bangkit di berbagai kegiatan pertumbuhan ekonomi. Termasuk pengembangan ekonomi digital,” jelas Sidharto.

Sidharto menuturkan bahwa tahun ini, ASEAN memiliki misi memastikan kawasannya tetap menjadi titik terang dalam perekonomian dunia. Tentunya, hal ini guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi ASEAN dapat berlangsung stabil. “Bahkan dari segi investasi dunia, ASEAN merupakan brightspot bagi berbagai negara,” tutur Sidharto.

Seperti diketahui bahwa penduduk negara-negara yang tergabung dalam ASEAN mencapai 668,61 juta jiwa atau setara 8,34 persen dari total penduduk dunia saat ini yang mencapai 8,01 miliar (Laporan Worldometers, 31 Januari 2023). IMF memproyeksikan Kawasan ASEAN akan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen pada 2022 dan 4,6 persen pada 2023. Angka tersebut menjadikannya ASEAN sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi.

Hasil penilaian terhadap Indeks Kerja Sama dan Integrasi Kawasan Asia-Pasifik (ARCII), seperti dikutip dari pernyataan Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto (6/2/2023) menunjukkan bahwa Kawasan itu mampu memanfaatkan momentum ketidakpastian di tengah pandemi sebagai titik balik untuk meningkatkan kapasitas digital dan meningkatkan kerja sama regional. Dalam hal ini, Asia Tenggara menjadi sub-kawasan yang turut memperoleh nilai baik, sejalan dengan ekspansi transaksi digital yang berlangsung.

Tak heran kalau studi terbaru dari Bloomberg menunjukkan tingginya minat para investor terhadap kawasan Asia Tenggara.

Ketika Indonesia ditunjuk menjabat Keketuaan ASEAN 2023 maka Pemerintah Indonesia akan fokus memperkuat ASEAN menjadi kawasan ekonomi yang tumbuh cepat, inklusif, dan berkelanjutan.

Sebagai Ketua, Indonesia juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN agar mampu menjawab tantangan 20 tahun ke depan.

Keterangan Foto: Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya saat membuka secara resmi kick-off keketuaan ASEAN Indonesia 2023 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (29/01/2023) - Kementerian Komunikasi dan Informatika