[SIARAN PERS] Indonesia - Amerika Serikat Jajaki Kerja Sama Pengembangan AI

: Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria (kanan) di sela rangkaian Forum Global UNESCO tentang Etika AI di Brdo Congress Centre, Slovenia, Senin (5/2/2024).


Oleh Elvira, Selasa, 6 Februari 2024 | 16:02 WIB - Redaktur: Elvira - 88


Siaran Pers No. 103/HM/KOMINFO/02/2024

Senin, 5 Februari 2024

tentang

Indonesia - Amerika Serikat Jajaki Kerja Sama Pengembangan AI

Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat menjajaki kerja sama pengembangan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).  

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menyatakan kerja sama itu sebagai tindak lanjut komitmen Pemerintah RI dalam mengembangkan ekosistem AI di Indonesia. 

"Hari ini saya melakukan bilateral meeting dengan Dr Seth Center dari Amerika Serikat selaku US Acting Special Envoy for Critical and Emerging Technology. Kita bicara bagaimana Tata Kelola AI yang sedang berlangsung di Amerika dan sejumlah persoalan Tata Kelola kecerdasan buatan secara global," tuturnya di sela rangkaian Forum Global UNESCO tentang Etika AI di Brdo Congress Centre, Slovenia, Senin (5/2/2024). 

Menurut Wamen Nezar Patria, komitmen Indonesia dalam mengembangkan teknologi AI memerlukan dukungan kerja sama dengan negara besar seperti Amerika Serikat. 

"Saya kira ini kesempatan yang baik juga untuk mempertajam, memperkuat, dan mendorong lebih maju lagi transfer pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan AI ini dengan negara-negara besar seperti Amerika," jelasnya. 

Wamenkominfo menyatakan Indonesia dan Amerika Serikat telah menjalin hubungan kerja sama erat di bidang digital. Salah satunya mengenai pengembangan sumberdaya manusia atau talenta digital. 

"Kominfo sudah ada Program Digital Talent Scholarship yang bekerjasama dengan sejumlah universitas di Amerika Serikat. Diantaranya dengan Stanford University, Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dan Harvard University," tandasnya. 

Program DTS merupakan salah satu pelatihan unggulan Kementerian Kominfo untuk melatih kemampuan dan pengembangan kompetensi talenta digital di level intermediate.

Sejak tahun 2018, program ini ditargetkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa di era Industri 4.0, serta mampu memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang teknologi. 

Dalam Program DTS terdapat Fresh Graduate Academy, Vocational School Graduate Academy, Thematic Academy, Professional Academy, Government Transformation Academy, Digital Entrepreneurship Academy, Talent Scouting Academy (TSA).

Biro Humas Kementerian Kominfo