SIARAN PERS
Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik
13 Oktober 2023
Tentang
Hadir di The 2nd SCM, Mesir Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Mitigasi Iklim
Keberlangsungan sumber daya air saat ini telah menjadi perhatian negara-negara di berbagai belahan dunia. Salah satunya yakni benua Afrika, yang membentuk the African Ministers’ Council on Water’s (AMCOW) sebagai komite yang berfokus pada masa depan air dan melibatkan lebih dari 40 negara-negara di Afrika.
Minister Assistant for International Cooperation of Ministry of Water Resources and Irrigation Mesir sekaligus Technical Advisory Committee Member AMCOW, Tahani Moustafa Sileet pun turut hadir pada hari pertama The 2nd Stakeholders Consultation Meeting (SCM) di Hotel InterContinental, Bali, Kamis (12/10/2023).
Pada kesempatan tersebut Tahani mengungkapkan jika Mesir yang telah menjalani peran selaku tuan rumah pada Conference of Parties (COP) 27. Gelaran tersebut merupakan konferensi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membahas kondisi iklim di seluruh dunia.
Tugas utama COP adalah meninjau pelaksanaan United Nations Framework on Climate Change (UNFCCC). Meski begitu peran Mesir selaku tuan rumah di ajang tersebut, dikatakan Tahani perlu diimbangi dengan partisipasi aktif dalam membangun wacana soal air dan iklim.
“Afrika menghadapi banyak sekali tantangan air, seperti sanitasi maupun berbagai kejadian ekstrim yang lebih besar dari sebelumnya. Siklon, banjir, dan hujan lebat telah berdampak pada masyarakat dan mempengaruhi penyebaran air juga infrastruktur. Di sisi lain, kekeringan juga menjadi tantangan yang besar dalam mengelola sumber daya air,” ujar Tahani.
Permasalahan air menjadi hal yang perlu ditangani bersama. Lebih dari 40 negara di Afrika dikatakan Tahani telah berkolaborasi untuk mengambil langkah mitigasi terkait sumber daya air. Berbagai inisiasi dilakukan oleh beragam pihak yang aktif pada sektor perairan, termasuk AMCOW yang saat ini tengah diketuai oleh Mesir.
“Di bawah panduan African Union Agenda 2063: The Africa We Want, menekankan peranan Afrika untuk terlibat dalam pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang inklusif,” tambah Tahani.
Keterlibatan tersebut semakin didukung dengan agenda seputar air dan infrastruktur seperti panduan kebijakan sanitasi afrika, monitoring sektor air dan sanitasi, dan berbagai inisiasi lain yang menekankan kolaborasi.
“Semua program ambisius tersebut harus mendapatkan dukungan dari komunitas air dunia guna mencapai SDGs. Serta, partisipasi aktif selaku tuan rumah merupakan suatu keharusan dan pintar memanfaatkan peluang yang tersedia,” tambah Tahani saat menjelaskan perihal menjadi tuan rumah COP27.
Selain itu, COP27 menekankan soal pentingnya melakukan langkah mitigasi yang mampu memenuhi kebutuhan air di tengah tantangan dunia. Lewat lingkup yang inklusi dan memanfaatkan akses teknologi dan basis data.
“Perencanaan, implementasi, dan penting sekali untuk memenuhi kebutuhan air. Terlebih jika didukung dengan pertukaran data dalam platform yang terbuka dan transparan,” pungkas Tahani.
Selain Tahani, akan ada berbagai pihak dan pemangku kepentingan yang akan berbagi dan berdiskusi soal sumber daya air di The 2nd Stakeholders Consultation Meeting (SCM). Agenda yang masih berlangsung hingga 13 Oktober 2023 ini merupakan tindak lanjut dan persiapan menuju 10th World Water Forum yang akan dihelat pada Mei 2024 mendatang. (Momon/Elvira Inda Sari/TR)
***
Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini.
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo – Usman Kansong (0816785320).
Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id