[SIARAN PERS] Kominfo Dukung Pengembangan Ekosistem dari Infrastruktur hingga Pelatihan Digital

:


Oleh Elvira, Rabu, 13 Juli 2022 | 06:49 WIB - Redaktur: Elvira - 261


Siaran Pers No. 283/HM/KOMINFO/07/2022

Tanggal 12 Juli 2022

Tentang

Transformasi Digital Akuntansi: Kominfo Dukung Pengembangan Ekosistem dari Infrastruktur hingga Pelatihan Digital

 

Tren transformasi digital terus mengalami akselerasi. Berbagai inovasi teknologi telah mendorong berbagai sektor untuk mencapai efisiensi bisnis dan peningkatan pendapatan, termasuk di bidang akuntansi. Teknologi digital juga telah diprediksi akan menjadi tools utama yang memperkuat profesi akuntan di masa depan.

“Kebutuhan adaptasi teknologi dan perubahan tren pada bidang akuntansi semakin nyata dan dapat dilihat dari perubahan ujian Certified Public Accountant (CPA) pada tahun 2021”, ujar Dedy Permadi, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, dalam acara Konferensi Regional Akuntansi (KRA) IX yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Selasa (12/7/2022).

Kecakapan Digital Jadi Prasyarat Pemanfaatan Teknologi 4.0

Pemanfaatan Teknologi 4.0 diprediksi akan menjadi penggerak di bidang akuntansi, seperti melalui utilisasi big data, cloud computing, artificial intelligence, dan blockchain. “Dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, diprediksi sekitar 58% akuntan profesional  akan menggunakan perangkat lunak seperti robotic process automation (RPA) dan artificial intelligence untuk otomasi proses pencatatan, analisis dokumen, dan penyiapan laporan,” ucap Dedy Permadi.

Utilisasi teknologi digital pada profesi akuntan dapat meminimalisasi kesalahan dan mengurangi beban kerja, sehingga akuntan dapat mengambil tanggung jawab lebih pada sisi advisory. Indonesia juga menunjukkan urgensi adaptasi penggunaan teknologi digital bagi profesi akuntan di masa depan. Indonesia memerlukan bekal pengetahuan dan kemampuan untuk dapat menghadapi era transformasi digital.

“Indonesia saat ini memiliki kebutuhan akuntan profesional hingga 452.000 orang, sedangkan saat ini baru tersedia sekitar 53.000 orang. Kebutuhan profesi akuntan masih tinggi dan perlu diisi dengan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan digital,” tutur Dedy Permadi.

Pemutakhiran Ekosistem Digital Lewat Empat Pilar

Kementerian Kominfo turut mendukung transformasi digital yang dapat mendorong perkembangan bidang akuntansi melalui Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024, dengan empat pilar utama transformasi digital, yakni Infrastruktur Digital, Pemerintah Digital, Ekonomi Digital, dan Masyarakat Digital.

Pada pilar Infrastruktur Digital, Kementerian Kominfo terus meningkatkan akses jaringan 4G baik di lapisan backbone, middle-mile, maupun last-mile. "Pemutakhiran infrastruktur digital melalui peluncuran jaringan 5G dan pelaksanaan program Analog Switch Off (ASO) guna menata kembali pita spektrum frekuensi 700 MHz untuk optimalisasi layanan 4G dan 5G,” tambah Dedy Permadi

Kedua, melalui pilar Pemerintahan Digital, Kementerian Kominfo melakukan pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) di empat titik di Indonesia, yaitu Bekasi, Batam, Labuan Bajo, dan Ibu Kota Nusantara untuk mendukung penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) nasional.

Untuk memfasilitasi perkembangan ekosistem Ekonomi Digital, Kementerian Kominfo menyelenggarakan program pemberdayaan dan pendampingan kepada startup lokal maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk dapat digitally on board, dan meluncurkan program Adopsi Teknologi Digital 4.0 untuk UMKM.

Melalui pilar Masyarakat Digital, terdapat flagship program dari Kementerian Kominfo, yakni Professional Academy dalam Digital Talent Scholarship (DTS), yang bertujuan memberi pelatihan kecakapan digital teknis seperti terkait cloud computing dan big data analytics bagi berbagai kalangan dan profesional. “Kementerian Kominfo berkomitmen untuk mendorong agar masyarakat Indonesia memiliki kemampuan dan literasi digital yang mumpuni, termasuk pada profesi akuntan,” ujar Dedy Permadi.

Transformasi digital telah membawa alterasi di berbagai bidang dan profesi, termasuk di bidang akuntansi. “Di masa depan, akuntan akan lebih banyak memiliki peran advisory dan terlibat dalam perencanaan strategis, sehingga dibutuhkan skill-set yang luas dan beragam untuk menyambut digitalisasi,” pungkas Dedy Permadi.

Juru Bicara Kementerian Kominfo

Dedy Permadi