Kota Gorontalo, InfoPublik - Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengatakan Posyandu saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi telah mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang membutuhkan koordinasi antarlembaga.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Gusnar saat diwawancarai awak media usai memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pembina Posyandu Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026 di Azlea Convention Center, Selasa (3/11/2026).
Upaya itu membutuhkan kerja sama lintas sektor agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu dan tepat sasaran.
Rakorda tersebut turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi. Kehadiran menteri menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan peningkatan pelayanan dasar masyarakat.
Menurut Gusnar penurunan angka stunting menjadi salah satu fokus yang perlu diperkuat melalui optimalisasi pelayanan Posyandu di Provinsi Gorontalo.
Gubernur Gusnar juga mengatakan perubahan cakupan pelayanan Posyandu perlu dipahami seluruh pihak agar pelaksanaannya di lapangan berjalan lebih efektif. Enam bidang pelayanan dasar tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Posyandu sekarang tidak hanya berbicara tentang kesehatan, tetapi merupakan satu kesatuan pelayanan yang mencakup enam bidang pelayanan dasar. Karena itu, seluruh sektor harus bersinergi agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” ujar Gubernur Gusnar Ismail.
Ia menjelaskan, salah satu indikator yang perlu menjadi perhatian bersama adalah kontribusi Posyandu dalam menekan angka stunting di Gorontalo. Berdasarkan data yang disampaikannya, angka stunting di daerah ini sebelumnya berada pada 23 persen dan kemudian turun menjadi 18 persen.
Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih perlu ditekan agar semakin mendekati rata-rata nasional. Gubernur Gusnar menegaskan, penurunan stunting menjadi salah satu ukuran penting untuk melihat sejauh mana Posyandu berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Angka stunting di Gorontalo yang sebelumnya 23 persen kini turun menjadi 18 persen. Ini menjadi perhatian kita bersama agar ke depan angkanya semakin menurun dan mendekati rata-rata nasional,” ungkapnya.
Untuk mencapai target tersebut, Gubernur Gusnar meminta seluruh jajaran Posyandu, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota, hingga kecamatan dan desa, memperkuat koordinasi dalam menjalankan program.
Menurutnya, upaya penurunan stunting akan lebih mudah dilakukan apabila seluruh pihak bekerja secara terpadu. Sebaliknya, penanganan akan sulit mencapai hasil maksimal jika setiap sektor berjalan sendiri-sendiri.
“Penurunan stunting akan lebih mudah dilakukan jika kita terkoordinasi dengan baik. Sebaliknya, akan sulit jika setiap pihak bekerja sendiri-sendiri. Karena itu, diperlukan kolaborasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten, kota, kecamatan, dan desa,” tegasnya.
Ia berharap penguatan sinergi dan dukungan pemerintah kabupaten serta kota dapat membuat Posyandu menjalankan perannya secara optimal, termasuk memastikan pelayanan dasar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. (mcgoorntaloprov/diyanti/fahmi)