Demak, InfoPublik – Kepolisian Resor (Polres) Demak mengajak ulama dan tokoh agama memperkuat peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan situasi wilayah yang aman, kondusif, dan harmonis.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan jajaran pejabat utama Polres Demak ke Pondok Pesantren Al Hidayat dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak, Senin (2/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Demak, Kompol Wasito, mengatakan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, juga diperlukan.
"Silaturahmi ini menjadi sarana memperkuat komunikasi dan sinergi antara Polri dengan para ulama. Kami berharap kolaborasi ulama dan umaro terus terjalin, sehingga bersama-sama mampu menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Demak tetap aman dan kondusif," kata Wasito.
Selain membahas keamanan wilayah, ia juga menyoroti maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi melalui media sosial. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya, terlebih ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Menurutnya, tokoh agama memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat agar membiasakan tabayun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.
Ketua PCNU Kabupaten Demak, KH Nasrullah Djamaludin, menyambut baik upaya penguatan komunikasi antara ulama dan umaro tersebut. Ia menilai kedua unsur perlu terus membangun komunikasi dan bekerja sama dalam menjaga kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.
"Ulama dan umaro harus terus membangun komunikasi dan berjalan bersama dalam menjaga masyarakat. Kami juga mengajak umat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Kedepankan tabayun agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat memecah persatuan," ujarnya.
Senada dengan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayat, KH Ahmad Baidlowi Misbah atau Gus Dlowi, mengatakan bahwa sinergi antara ulama dan umaro perlu terus dipelihara. Menurutnya, tokoh agama memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat guna menjaga keharmonisan kehidupan sosial.
"Ulama dan umaro harus terus berjalan beriringan dalam menjaga persatuan dan ketenteraman masyarakat. Jangan mudah terhasut oleh berita bohong atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Setiap menerima informasi harus tabayun terlebih dahulu, sehingga persaudaraan dan kerukunan di Kabupaten Demak tetap terjaga," kata Gus Dlowi.
Kolaborasi antara kepolisian dan tokoh agama tersebut diharapkan dapat memperkuat persatuan, mencegah penyebaran informasi bohong, serta menjaga kerukunan masyarakat. Dengan komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan, situasi kamtibmas di Kabupaten Demak diharapkan tetap aman dan kondusif.(Mc.Demak/Red-kmf/apj/eyv)