Suka Makmue, InfoPublik – Maskapai Susi Air kembali mengoperasikan penerbangan yang menghubungkan Kabupaten Nagan Raya dan Kota Banda Aceh di Provinsi Aceh dengan Kota Medan di Provinsi Sumatra Utara. Layanan tersebut tersedia empat hari dalam sepekan, yakni Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu, melalui Bandara Cut Nyak Dhien.
Kembalinya layanan penerbangan tersebut ditandai dengan kedatangan pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti, yang disambut Bupati Nagan Raya, TR Keumangan, di Bandara Cut Nyak Dhien, Senin (2/11/2026).
Bupati TR Keumangan mengatakan beroperasinya kembali Susi Air diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi udara sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah.
“Kehadiran Ibu Susi bersama rombongan tentunya merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami, Pemkab Nagan Raya beserta seluruh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembukaan kembali penerbangan tersebut juga menjadi peluang untuk memperkuat kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan Susi Air.
"Terutama dalam meningkatkan konektivitas transportasi udara serta mempercepat pembangunan daerah," sebutnya.
Ia menilai kemudahan akses transportasi udara dapat memperlancar kegiatan pemerintahan dan dunia usaha, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di Nagan Raya.
"Sehingga membuka peluang investasi, menarik minat investor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah,” sambungnya.
Sementara itu, Pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Nagan Raya memiliki keterkaitan sejarah dengan perjalanan maskapai yang didirikannya, terutama saat penyaluran bantuan kemanusiaan setelah gempa bumi dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.
"Sekitar 22 tahun yang lalu, dua hari setelah bencana tersebut tepatnya 28 Desember 2004, saya bersama rombongan tiba di Aceh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang berada di pengungsian," ujarnya.
Susi menyebut pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan maskapainya.
“Awal mula Susi Air lahir di Nagan Raya, Aceh. Karena itu, daerah ini memiliki sejarah tersendiri bagi perjalanan Susi Air. Tanpa Nagan Raya, mungkin perjalanan Susi Air tidak akan seperti sekarang,” ungkapnya.
Menurut Susi, penggunaan pesawat berukuran kecil memungkinkan maskapainya melayani daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi udara.
“Harapan kami, konektivitas udara ini dapat terus dijaga dan dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” imbuhnya.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Cut Nyak Dhien, Fanani Zuhri, menyatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan bandara untuk mendukung keberlanjutan operasional penerbangan.
“Dengan adanya penerbangan ini, masyarakat akan sangat terbantu dalam menghemat waktu perjalanan,” ujarnya.
Selain membahas konektivitas udara, Bupati Nagan Raya menyampaikan rencana pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer pada 11 November 2026. Kegiatan yang diperkirakan melibatkan lebih dari 13.000 peserta itu direncanakan berlangsung dari Bandara Cut Nyak Dhien hingga Masjid Giok Baitul A'la di Suka Makmue.
Penerbangan Susi Air melayani empat rute berikut setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu:
- Medan–Nagan Raya (Meulaboh): 07.00–08.15 WIB.
- Nagan Raya (Meulaboh)–Banda Aceh: 08.30–09.25 WIB.
- Banda Aceh–Nagan Raya (Meulaboh): 13.45–14.40 WIB.
- Nagan Raya (Meulaboh)–Medan: 14.55–16.10 WIB.
(MC Kab Nagan Raya/SA)