Pekanbaru, InfoPublik – Antrean kendaraan untuk mendapatkan solar bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Riau mulai berkurang menjadi tiga hingga lima mobil pada Senin (2/11/2026).
Kondisi ini terjadi setelah aparat penegak hukum mengungkap sejumlah kasus dugaan penimbunan dan penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Riau, Adam Syafaat, mengatakan penindakan terhadap praktik penyalahgunaan solar bersubsidi berdampak pada berkurangnya antrean kendaraan di SPBU. Kendaraan yang diduga digunakan untuk membeli solar secara berulang guna dijual kembali atau dikenal sebagai mobil pelansir juga mulai menghilang.
"Setelah terbuka di beberapa tempat, sekarang sudah bagus. Antrean sudah normal dan mobil-mobil yang melansir sudah tidak terlihat lagi," ujar Adam di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Meski antrean mulai normal, Adam mengingatkan potensi penyalahgunaan distribusi solar bersubsidi masih perlu diwaspadai. Salah satu modus yang disorot adalah penggunaan truk dan kendaraan pribadi yang dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar.
"Yang melansir itu bukan mobil-mobil umum. Mobil mereka semuanya, ya truk juga, tapi mobil lansir. Mobil-mobil pribadi juga ada yang digunakan untuk melansir," ungkapnya.
Solar bersubsidi yang diperoleh melalui praktik tersebut diduga dijual kembali kepada pihak industri untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga BBM bersubsidi dan solar nonsubsidi untuk industri.
Adam juga menyoroti potensi keterlibatan oknum pengelola SPBU maupun pihak lain dalam praktik penyelewengan distribusi BBM bersubsidi. Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan yang dapat mengganggu ketersediaan solar bagi masyarakat yang berhak.
Komisi II DPRD Riau meminta aparat penegak hukum bersama instansi terkait memperketat pengawasan distribusi solar bersubsidi di seluruh SPBU, terutama menjelang akhir tahun 2026.
"Jangan sampai ada lagi yang mengambil minyak tanpa izin seperti itu," tegas Adam.
DPRD Riau juga akan terus mengawal penyaluran solar bersubsidi agar tepat sasaran, khususnya bagi pengemudi angkutan umum dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan BBM tersebut.