Padang, Infopublik – Sebanyak 1.540 perangkat face recognition disiapkan untuk mendukung program Smart Surau di Kota Padang. Teknologi pengenalan wajah ini akan digunakan untuk mendokumentasikan kehadiran peserta dalam kegiatan Subuh Mubarakah, sekaligus memperkuat pelaksanaan program pembinaan karakter generasi muda berbasis masjid dan musala.
Pemerintah Kota Padang menargetkan pendistribusian perangkat tersebut mulai berlangsung pada minggu kedua atau ketiga November 2026. Saat ini, perangkat masih menjalani proses sinkronisasi data dan registrasi aset sebelum disalurkan secara bertahap melalui koordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan.
Kesiapan itu dibahas dalam rapat penyelenggaraan Smart Surau yang dipimpin Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (2/11/2026).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Tommy TRD menjelaskan, perangkat yang telah diterima tersebut menjadi salah satu fasilitas pendukung digitalisasi kegiatan Subuh Mubarakah.
“Pendistribusian ditargetkan mulai berlangsung pada minggu kedua atau ketiga November 2026 sehingga perangkat dapat segera digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan Subuh Mubarakah dalam Smart Surau,” ujar Tommy.
Selain kesiapan perangkat, rapat juga membahas standardisasi desain ruang pembelajaran digital di masjid. Penyeragaman desain ini diarahkan untuk mendukung penyediaan fasilitas pembelajaran yang lebih tertata dan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pendidikan keagamaan maupun pengembangan kemampuan digital anak dan remaja.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, Smart Surau merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki landasan keagamaan yang kuat. Program tersebut juga diharapkan menjadi salah satu sarana membentengi anak dan remaja dari pengaruh negatif, termasuk narkoba dan kenakalan remaja.
“Kita telah mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk mendukung pelaksanaan program Smart Surau, mulai dari penyediaan perangkat face recognition pengganti absensi barcode, pembayaran insentif guru program MDTW/TQA, pembuatan ruang digital, hingga pemberian reward Smart Surau,” kata Maigus.
Ia mengajak pengurus masjid dan musala di seluruh Kota Padang untuk berperan aktif memastikan fasilitas yang disediakan dapat digunakan secara optimal. Menurutnya, keberhasilan Smart Surau tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh keterlibatan pengurus rumah ibadah dan masyarakat dalam menjalankan kegiatan pembinaan.
Melalui Smart Surau, Pemko Padang berupaya mengintegrasikan kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pemanfaatan teknologi digital dalam lingkungan masjid dan musala. Penyediaan perangkat kehadiran serta ruang pembelajaran digital menjadi bagian dari penguatan fasilitas program tersebut.
Tahap berikutnya adalah memastikan proses sinkronisasi data, distribusi perangkat, dan kesiapan fasilitas berjalan sesuai rencana. Dengan dukungan pengurus masjid dan musala, program ini diharapkan tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi untuk mencatat kehadiran, tetapi juga memperkuat fungsi rumah ibadah sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan karakter generasi muda.
(Mul)
~ 📤 by Ju