Malang, InfoPublik - Sebanyak 428 anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang di SMK Widya Dharma Turen. Kegiatan ini bertujuan mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta dalam bidang kepalangmerahan, baik secara teori maupun praktik.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Humas PMI Jawa Timur, Senin (2/11/2026), uji kompetensi tersebut merupakan bagian dari upaya PMI Kabupaten Malang untuk meningkatkan dan menstandarkan kemampuan anggota PMR. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan kepalangmerahan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Uji kompetensi dibuka oleh Wakil Ketua PMI Kabupaten Malang, Aprillijanto, yang hadir mewakili ketua PMI setempat. Pembukaan kegiatan ditandai dengan upacara di lapangan belakang SMK Widya Dharma Turen.
Dalam sambutannya, Aprillijanto mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pengujian dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, uji kompetensi tidak sekadar menjadi sarana penilaian, tetapi juga tolok ukur untuk mengetahui sejauh mana peserta menguasai materi yang telah dipelajari selama mengikuti pembinaan PMR.
Ia juga mendorong, peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang kepalangmerahan. Sebagai generasi muda, anggota PMR diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian terhadap sesama melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.
Dalam uji kompetensi tersebut, terdapat tujuh bidang yang diujikan kepada 428 peserta. Bidang Sanitasi Kesehatan (Sankes) menjadi bidang dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 213 orang.
Sementara itu, bidang Pertolongan Pertama (PP) diikuti 95 peserta, Kepalangmerahan 70 peserta, Ayo Siaga Bencana (ASB) 16 peserta, Donor Darah 14 peserta, Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) 11 peserta, dan Kepemimpinan sembilan peserta.
Proses pengujian melibatkan fasilitator PMI Kabupaten Malang serta relawan yang telah mengikuti pelatihan spesialisasi sesuai bidang masing-masing. Keterlibatan penguji yang memiliki pengalaman dan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung proses penilaian yang objektif sesuai materi dan keterampilan yang diujikan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung pembiayaan dari PMI Kabupaten Malang sebagai bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat pembinaan dan pengembangan kapasitas generasi muda melalui pendidikan serta pelatihan kepalangmerahan.
Melalui uji kompetensi ini, PMI Kabupaten Malang berharap anggota PMR tingkat Madya dan Wira tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan menjadi generasi muda yang terampil, tanggap, dan memiliki kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekolah maupun masyarakat.(Mac.Malng/hjr/eyv)