Bengkayang, InfoPublik – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, mengingatkan masyarakat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan kematian merupakan kepastian yang tidak mengenal usia, jabatan, maupun status sosial. Karena itu, setiap orang perlu memanfaatkan waktu hidup dengan memperbanyak amal kebajikan sebagai bekal kehidupan akhirat.
Pesan tersebut disampaikannya dalam kultum usai salat Subuh berjemaah di Masjid Al Jariyah, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (31/10/2026).
Di hadapan jemaah, Gubernur mengingatkan bahwa kematian merupakan kepastian yang akan dialami setiap manusia tanpa memandang usia, jabatan, maupun status sosial.
Dengan penyampaian yang santai dan diselingi humor, ia mengajak jemaah untuk senantiasa melakukan introspeksi diri serta memanfaatkan waktu kehidupan dengan memperbanyak amal kebaikan.
“Kita tidak pernah tahu kapan kematian itu datang. Pak Camat pasti mati, Gubernur pasti mati, kita semua pasti mati. Kematian adalah sebuah kepastian yang akan datang kepada setiap manusia tanpa terkecuali,” ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan bahwa usia manusia memiliki batas. Karena itu, setiap orang hendaknya tidak menyia-nyiakan waktu yang dimiliki dan mulai mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
“Jadi, Bapak dan Ibu sekalian, kalau umur kita sudah 59 tahun, 11 bulan, dan 29 hari, bersiap-siaplah. Artinya, tinggal menunggu dipanggil oleh malaikat,” ucapnya yang disambut tawa jemaah.
Lebih lanjut, Ria Norsan menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, seluruh atribut dan kemewahan duniawi tidak lagi dapat menyertainya. Hanya amal perbuatan semasa hidup yang menjadi bekal di hadapan Allah Swt.
“Ketika kita meninggal dunia, tidak ada lagi yang bisa kita bawa. Rumah mewah, tempat tidur yang empuk, hingga kendaraan bagus tidak akan menemani kita di alam kubur. Yang menjadi bekal hanyalah amal perbuatan selama hidup di dunia,” jelasnya.
Dalam kultum tersebut, Gubernur juga menguraikan tiga amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia, sebagaimana hadis Rasulullah SAW, yakni ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, dan doa anak yang saleh.
Ia menjelaskan, ilmu yang diajarkan dan diamalkan untuk kebaikan akan terus memberikan manfaat. Begitu pula sedekah jariyah, seperti pembangunan sarana ibadah dan fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain itu, doa anak yang saleh dan salehah kepada kedua orang tuanya juga menjadi salah satu amalan yang terus diharapkan pahalanya.
Menutup kultumnya, Gubernur mengajak seluruh jemaah untuk meningkatkan kualitas ibadah, menjaga kerukunan, serta berlomba-lomba dalam kebaikan selama masih diberikan kesempatan hidup.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan untuk Masjid Al Jariyah berupa 25 Al-Qur’an, 20 mukena, 100 sarung, serta bantuan uang tunai sebesar Rp20 juta untuk mendukung operasional masjid.(rfa/ica)