Padang, Infopublik – Kolaborasi antara pemerintah daerah dan tenaga medis menjadi salah satu kunci untuk memperluas akses layanan kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat upaya penanganan stunting dan tuberkulosis (TBC). Pemerintah Kota Padang mendorong Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengambil peran lebih besar dalam mendukung agenda kesehatan masyarakat, termasuk melalui layanan yang menjangkau warga hingga tingkat lingkungan.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Malam Keakraban Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IDI Cabang Padang 2026 di The ZHM Premiere Hotel, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Semangat Lintas Generasi IDI Mengayomi Rumah Kita Bersama” itu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-76 IDI.
Maigus mengapresiasi pengabdian para dokter dan menegaskan bahwa tenaga medis merupakan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu diwujudkan melalui langkah konkret yang mendukung pencegahan penyakit, peningkatan kualitas pelayanan, dan kemudahan akses bagi warga.
Pemerintah Kota Padang, lanjutnya, menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan melalui visi mewujudkan Kota Padang yang pintar dan sehat. Salah satu bentuk komitmen yang disampaikan ialah penyediaan BPJS Kesehatan gratis bagi masyarakat, dengan dukungan anggaran APBD sekitar Rp65 miliar per tahun.
Pemkot Padang juga menyiapkan program Dokter Warga melalui Call Center 112 untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses layanan rumah sakit. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan warga dengan layanan kesehatan, terutama ketika membutuhkan bantuan medis.
Dukungan IDI dinilai penting agar berbagai program kesehatan daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi dokter dan penguatan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien. Upaya ini juga perlu didukung edukasi kesehatan dan deteksi dini agar penanganan masalah kesehatan dapat dilakukan lebih cepat.
Ketua IDI Wilayah Sumatera Barat Roni Eka Sahputra menyebutkan, dari sekitar 4.000 anggota IDI di Sumatera Barat, sebanyak 2.800 orang berada di Kota Padang. Besarnya jumlah anggota tersebut menjadi modal untuk memperkuat solidaritas profesi sekaligus meningkatkan kontribusi dokter bagi masyarakat.
Ia berharap IDI menjadi rumah bersama yang mampu mengayomi seluruh anggotanya. Dokter senior diharapkan menjadi teladan, sementara dokter generasi muda melanjutkan pengabdian dengan menjaga profesionalisme dan meningkatkan mutu pelayanan.
Ketua IDI Cabang Padang Muhammad Riendra menjelaskan, PIT IDI Cabang Padang 2026 dirancang sebagai agenda tahunan untuk memperkuat kompetensi, mempererat silaturahmi, dan mempersiapkan regenerasi kepengurusan pada 2027.
Rangkaian kegiatan mencakup simposium, seminar, serta lokakarya ultrasonografi di bidang kebidanan dan kandungan. Kegiatan juga menghadirkan lomba konten kreator sebagai upaya mendorong penyampaian informasi kesehatan melalui media yang lebih dekat dengan masyarakat.
Selain pengembangan kompetensi, panitia memberikan apresiasi kepada dokter senior atas kontribusi mereka dalam lima bidang, yakni pendidikan, kemanusiaan, kebencanaan, pelayanan, dan birokrasi. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas beragam peran dokter, baik dalam pelayanan klinis maupun pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua IDI Wilayah Sumatera Barat Roni Eka Sahputra, Ketua IDI Cabang Padang Muhammad Riendra, Ketua Pelaksana PIT IDI Cabang Padang 2026 Adhika Rahfli, pengurus IDI, serta para dokter dan undangan.
Melalui kolaborasi yang lebih erat, Pemkot Padang dan IDI diharapkan dapat menyelaraskan penguatan kapasitas tenaga medis dengan kebutuhan kesehatan masyarakat. Dengan begitu, peningkatan kompetensi dokter tidak hanya berdampak pada pengembangan profesi, tetapi juga pada kualitas dan keterjangkauan layanan yang diterima warga.
(Dv)
~ 📤 by Ju