Palu, InfoPublik – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menerima kunjungan tokoh Muslim internasional, Dr. Imam Shamsi Ali, di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Sabtu (17/10/2026). Pertemuan tersebut membahas pentingnya menjaga toleransi, perkembangan kota, dan peluang kerja sama untuk mendukung pembangunan daerah.
Dalam pertemuan itu, Imam Shamsi Ali mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Palu dalam meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan perkotaan. Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya datang ke ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.
“Ini pertama kali saya di Palu, tapi saya sangat senang sekali dengan Kota Palu yang sudah semakin bersih dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh Pak Wali,” ujar Imam Shamsi Ali.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung program prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, tidak hanya mengandalkan upaya pemerintah.
“Dan tentunya kita perlu dukung. Minimal kalau kami yang jauh dengan doa, tapi masyarakat tentunya di sini harus mendukung program-program prioritas beliau sehingga kalau ini bisa menjadi lebih baik, insyaallah ke depan,” katanya.
Selain pembangunan daerah, Imam Shamsi Ali menekankan pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, toleransi merupakan salah satu kekuatan Indonesia yang perlu dipelihara untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Ia juga menilai pengalaman Indonesia dalam merawat keberagaman dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia untuk membangun kehidupan yang damai dan saling menghormati.
“Pesannya saya kira itu kan keindahan dan kekuatan terutama negeri kita Indonesia, toleransi. Saya kira dunia masanya untuk belajar toleransi dari Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Hadianto Rasyid menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pertemuan itu memunculkan sejumlah gagasan yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung pembangunan Kota Palu.
Menurut Hadianto, pengalaman dan jejaring internasional Imam Shamsi Ali selama berkiprah di New York dapat menjadi peluang untuk memperluas kerja sama dan menghadirkan perspektif baru bagi pembangunan daerah.
“Tadi ada beberapa gagasan yang kemudian muncul. Mudah-mudahan kita akan melihat seperti apa peluang yang bisa kita ambil dari adanya orang tua kita, Pak Imam di New York, yang semoga bisa memberikan sebuah penguatan bagi kita di Kota Palu ke depan,” ujar Hadianto.
Ia menambahkan, gagasan yang muncul dalam pertemuan tersebut akan dikaji untuk melihat peluang kolaborasi yang relevan dan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kota Palu.
Kunjungan tersebut diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang dapat mendukung pembangunan daerah sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis dan toleran.