Sumbar, InfoPublik – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), mendorong kader mengoptimalkan potensi lokal dan memanfaatkan media sosial untuk memperluas pemasaran produk usaha keluarga guna meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan Orientasi Program Kelompok Kerja (Pokja) II di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi Keluarga untuk Mewujudkan Kader Cakap, Keluarga Berdaya, dan Kemandirian Ekonomi”.
Staf Ahli TP-PKK Sumbar, Dianita Maulin Vasko atau yang akrab disapa Detta Vasko, mengatakan kemandirian ekonomi keluarga dapat dimulai dengan memanfaatkan keterampilan, kreativitas, dan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar tanpa harus bergantung pada modal besar.
Menurutnya, kader PKK memiliki peran strategis dalam mengenali dan mendampingi potensi usaha keluarga, mulai dari kuliner, menjahit, kerajinan, hingga pemanfaatan lahan pekarangan untuk kegiatan produktif.
Selain mengembangkan produk, kader juga didorong membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran melalui media sosial agar produk lokal Sumatera Barat semakin dikenal masyarakat.
“Saya mau mengajak ibu-ibu di sini, kalau kader atau warganya mempunyai usaha kuliner atau usaha lainnya, tolong saya di-tag. Setiap hari saya tunggu supaya saya bisa ikut mempromosikan,” ujar Detta.
Ia menegaskan, pemberdayaan ekonomi tidak cukup hanya membantu masyarakat menghasilkan produk, tetapi juga perlu diikuti dengan upaya pemasaran agar usaha rumahan memiliki peluang meningkatkan penjualan dan pendapatan.
Detta juga mengingatkan kader agar tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi turut menggali potensi yang dapat dikembangkan oleh setiap keluarga. Dengan demikian, kader dapat berperan sebagai pendamping dan motivator untuk membangun kepercayaan diri masyarakat dalam mengembangkan usaha secara mandiri.
“Tugas kita bukan hanya memberikan bantuan, tetapi membantu keluarga menemukan kekuatannya sendiri. Karena pemberdayaan yang sesungguhnya adalah ketika keluarga mampu mengatakan, saya mampu, saya punya potensi, saya bisa berkembang, dan saya bisa mandiri,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Detta turut mengajak kader memperkuat pelaksanaan program Gelari Pelangi sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi keluarga. Pelatihan UP2K dan orientasi Pokja II diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kader dalam mendampingi usaha produktif serta memperluas promosi produk masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Bidang II TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Arimby Arry, jajaran pengurus Pokja II TP-PKK Sumbar, serta ketua dan pengurus Pokja II TP-PKK kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Melalui penguatan kapasitas kader dan pemanfaatan media sosial, TP-PKK Sumbar berharap semakin banyak usaha keluarga yang berkembang, mampu menjangkau pasar lebih luas, dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.