15 Titik Panas Terdeteksi di Gorontalo
Sebanyak 15 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Provinsi Gorontalo. (grafis BPBD)
Sebanyak 15 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Provinsi Gorontalo. (grafis BPBD)
Kota Gorontalo, InfoPublik - Sejumlah 15 titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Gorontalo berdasarkan hasil pemantauan sensor MODIS melalui satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA20 pada 7 Oktober 2026.
Data yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo tersebut menunjukkan hotspot tersebar di dua wilayah, yakni Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo Utara.
Di Bone Bolango, titik panas terdeteksi di Kecamatan Bonepantai dan Suwawa Timur. Sementara di Kabupaten Gorontalo Utara, hotspot terpantau di Kecamatan Sumalata.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, mengatakan peran masyarakat sangat penting dalam upaya mencegah kebakaran meluas, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses bagi kendaraan dan peralatan pemadam.
Menurut Rusli, keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi kebakaran besar. Namun, informasi tersebut perlu menjadi perhatian dan ditindaklanjuti dengan kewaspadaan di lapangan.
“Kalau ada titik api atau kepulan asap yang terlihat masyarakat, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar baru dilaporkan,” ujar Rusli. Rabu (7/10/2026).
Ia menjelaskan, penanganan kebakaran akan jauh lebih mudah apabila api diketahui sejak dini. Sebaliknya, api yang sudah membesar dapat dengan cepat meluas, khususnya ketika kondisi vegetasi dan lahan kering.
Rusli mengimbau, masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Aktivitas pembakaran yang tidak diawasi berpotensi menjadi sumber kebakaran yang sulit dikendalikan.
“Sekecil apa pun sumber api, dalam kondisi kering dapat dengan cepat berkembang dan meluas. Karena itu kami berharap masyarakat ikut menjaga dan segera memberikan informasi jika menemukan indikasi kebakaran,” katanya.
BPBD Provinsi Gorontalo, lanjut Rusli, terus melakukan pemantauan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla. Koordinasi dengan pihak terkait juga diperlukan untuk memastikan setiap informasi mengenai titik api dapat segera ditindaklanjuti.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran diminta tidak mengabaikan keberadaan asap maupun titik api. Deteksi dan laporan sedini mungkin dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
“Semakin cepat kita mengetahui dan merespons, semakin besar peluang kebakaran bisa dikendalikan. Ini membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak, terutama masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi,” pungkasnya. (mcgorontaloprov/ppid)
© Copyright 2026, All Rights Reserved