Lima Kemenangan Antar Sumaya Raih Medali Perak Asian Games di Jepang
Istimewa
Istimewa
Pekanbaru, InfoPublik — Atlet teqball Sumaya mempersembahkan medali perak untuk Indonesia setelah mencatat lima kemenangan dari enam pertandingan hingga menembus final pada Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Bertanding di Nagoya City Higashi Sports Center, Sumaya mengawali perjalanannya dengan mengalahkan Lebanon 2-0. Ia kemudian kembali menang dua gim langsung atas Myanmar.
Pada pertandingan berikutnya, Sumaya menghadapi perlawanan ketat Kirgistan sebelum mengamankan kemenangan 2-1. Langkahnya berlanjut setelah menundukkan Kamboja 2-0.
Di semifinal, Sumaya mengalahkan India dengan skor 2-1 sekaligus memastikan tempat di partai final.
Sumaya kembali berhadapan dengan Myanmar pada pertandingan perebutan medali emas. Setelah melalui laga ketat, ia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-2 dan mengakhiri kompetisi dengan medali perak.
Sumaya mengatakan salah satu kunci menghadapi pertandingan adalah menjaga kepercayaan diri dan tidak memberikan tekanan berlebihan kepada diri sendiri.
“Percaya diri saja, tidak ada mikir-mikir yang berat. Enjoy saja,” kata Sumaya, Senin (21/9/2026).
Perjalanan Sumaya menuju cabang teqball berawal dari sepak takraw. Ia tumbuh dalam keluarga yang dekat dengan olahraga tersebut. Ayahnya, Safrudin, merupakan pelatih sepak takraw, sedangkan ibunya, Khairani, merupakan mantan atlet sepak takraw yang pernah memperkuat tim nasional Indonesia.
Sejak kecil, Sumaya mendapat latihan dan motivasi dari kedua orang tuanya. Ia semula ingin mengikuti jejak mereka dengan meraih prestasi melalui sepak takraw.
Pada 2024, Sumaya mengikuti seleksi di Sumatra Utara, tetapi belum berhasil mendapatkan tempat yang diharapkan.
Kesempatan berikutnya justru datang dari teqball, cabang olahraga yang saat itu masih asing baginya. Sumaya kemudian mengikuti pelatihan di Riau dan mulai mengembangkan kemampuan melalui sejumlah uji coba, pertandingan, serta ekshibisi.
“Tuhan sepertinya memberikan jalan yang lain,” ungkapnya.
Menjelang keberangkatan ke Jepang, Sumaya menjalani persiapan sekitar satu setengah bulan di Surabaya. Latihan kemudian dilanjutkan selama sepekan di kawasan Blok S, Jakarta.
Rangkaian persiapan tersebut membawanya melewati enam pertandingan hingga final dengan catatan lima kemenangan dan satu kekalahan.
Dalam naskah sumber disebutkan, Erick Thohir turut menyaksikan pertandingan final Sumaya melawan Myanmar dan menyampaikan apresiasi setelah pertandingan.
Dukungan juga datang dari kedua orang tua Sumaya yang berada di Rupat, Kabupaten Bengkalis. Menurut Sumaya, dukungan keluarga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi setelah meraih medali perak.
Pengalamannya berpindah dari sepak takraw ke teqball membuat Sumaya berpesan kepada generasi muda agar tidak takut mencoba kesempatan baru.
“Jangan takut mencoba hal baru. Terus berjuang dengan sungguh-sungguh, fokus pada satu tujuan dan berikan yang terbaik,” katanya.
© Copyright 2026, All Rights Reserved