SLEMAN, InfoPublik – Karang Taruna Bina Muda (KTBM) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Padukuhan Klinyo, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan berkolaborasi menghidupkan kembali pengelolaan sampah di tingkat padukuhan, Selasa (8/9/2026).
Komitmen kolaborasi tersebut disepakati dalam sosialisasi Surat Edaran (SE) Bupati Sleman Nomor 0516 Tahun 2026 tentang Pembentukan Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) yang berlangsung di Masjid Al Akhlaq Padukuhan Klinyo.
Dukuh Klinyo, Jumono, menyambut positif keterlibatan generasi muda dalam pengolahan lingkungan.
Menurutnya, pengalaman KWT yang dipadukan dengan energi serta penguasaan teknologi pemuda KTBM akan menjadikan KPSM kembali aktif sekaligus dikembangkan sebagai salah satu unit usaha produktif karang taruna.
Ketua KTBM Klinyo, Alya Nurul, mengutarakan kesiapannya untuk belajar dan menerima pendampingan dari Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kapanewon dan Kalurahan, mengingat manajemen sampah merupakan bidang baru bagi organisasinya.
Sementara itu, P3S Kalurahan Margoluwih, Suminah, mendorong pemanfaatan aplikasi Sistem Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu (SIOSESTU) berbasis web yang dikembangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.
Integrasi SIOSESTU yang dijalankan bersama oleh KWT dan KTBM diharapkan mempermudah pemilahan dari sumbernya serta memperjelas manajemen bank sampah maupun sedekah sampah.
Langkah ini ditargetkan mampu mengubah cara pandang warga agar melihat sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomis. (MC Sleman / KIM Seyegan / Sutarto Agus)