Padang, InfoPublik- Penantian panjang masyarakat Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar, untuk mendapatkan sumber air terjamin bagi lahan pertanian kini terjawab melalui hadirnya sistem pompanisasi irigasi berbasis tenaga surya.
Infrastruktur pertanian yang memanfaatkan aliran Batang Manganan tersebut diresmikan dalam rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatra Barat berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Andalas, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Bank Nagari, dan PT Semen Padang.
Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengutarakan ketersediaan air yang dipompa dengan energi bersih sepanjang empat kilometer tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mendongkrak produktivitas pertanian dan indeks pertanaman dari tadah hujan menjadi tiga kali tanam dalam setahun.
“Penantian yang sudah berpuluh-puluh tahun dari masyarakat Tanjung Barulak, alhamdulillah kini terjawab. Dengan telah mengalirnya air sampai ke Tanjung Barulak dan dinikmati masyarakat, padi pun sudah mulai tumbuh. Mudah-mudahan yang selama ini sekali setahun bisa menjadi tiga kali tanam,” ujar Mahyeldi di Tanah Datar, Minggu (6/9/2026).
Mahyeldi menekankan pentingnya sinergi dan musyawarah antar pemangku kepentingan untuk merawat infrastruktur serta merencanakan pengembangan fasilitas pendukung, seperti bak penampungan air, agar manfaat jaringan irigasi dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdul Rahman Hadi menjelaskan sistem pendorong air ini diproyeksikan mampu mengairi sekitar 400 hektare persawahan yang menjadi sumber penghidupan utama bagi 1.700 kepala keluarga di Tanjung Barulak, sekaligus berpotensi diperluas ke wilayah sekitarnya.
Sementara itu, General Manager PT PLN UID Sumatra Barat Ririn Rachma Wardini menyampaikan bahwa pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian ini diharapkan menjadi contoh penerapan inovasi ramah lingkungan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Sumatra Barat.
“Kami berharap air yang hari ini mulai mengalir ke lahan pertanian Tanjung Barulak menjadi awal mengalirnya produktivitas, kesejahteraan, harapan baru dan semangat baru bagi masyarakat sekitar,” kata Ririn.