Meureudu, InfoPublik – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meletakkan batu pertama pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh, yang sebelumnya hilang diterjang banjir pada akhir November 2025.
Pembangunan madrasah tersebut dilakukan di atas lahan hibah masyarakat di Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Peletakan batu pertama dilakukan Nasaruddin Umar, Rabu (12/8/2026).
“Ini kita akan bangun dua lantai, yang bisa menampung seluruh keperluan warga masyarakat kita,” kata Nasaruddin dalam keterangan resmi.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menerima sertifikat hibah tanah dari tokoh masyarakat sebagai dasar pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya.
Lokasi madrasah baru masih berada di desa yang sama dan berjarak sekitar 350 meter dari lokasi sebelumnya yang berada di bantaran sungai. Lokasi baru tersebut diharapkan tetap memudahkan siswa untuk bersekolah.
Madrasah dibangun di atas lahan persawahan seluas 6.050 meter persegi yang merupakan hibah masyarakat kepada Kementerian Agama. Pembangunan hingga penyediaan seluruh peralatan atau meubelair didukung anggaran Rp12 miliar dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI.
Nasaruddin mengatakan, pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya merupakan janji yang disampaikannya kepada masyarakat saat mengunjungi wilayah tersebut setelah bencana banjir.
“Alhamdulillah, beberapa saat setelah kejadian saya datang ke tempat ini, dan saya menjanjikan kepada warga masyarakat setempat. Insya Allah, sekolah yang hilang, mudah-mudahan akan datang penggantinya lebih baik lagi,” ujarnya.
Gedung baru MIN 5 Pidie Jaya didesain oleh arsitek dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh secara sukarela. Fasilitas yang disiapkan meliputi masjid, perumahan guru, laboratorium, perpustakaan, halaman, dan kantin.
“Semua keperluan sekolah, insya Allah akan hadir di tempat ini, dan insya Allah mudah-mudahan sekolahnya akan jauh lebih baik dari yang telah meninggalkan kita,” kata Nasaruddin.
Ia menargetkan pembangunan madrasah tersebut selesai dalam waktu kurang dari satu tahun. Menurutnya, percepatan pembangunan diperlukan karena para siswa saat ini masih mengikuti kegiatan belajar mengajar sementara di balai pengajian.
“Semakin cepat lebih baik, supaya anak-anak kita nanti bisa menempati sekolah yang lebih memadai,” tegasnya.
Nasaruddin juga meminta para orang tua dan wali santri mendoakan negara agar senantiasa diberikan keberuntungan dan kedamaian dalam menghadapi masa depan bangsa.
“Saya ucapkan, selamat kepada warga masyarakat setempat, terutama anak-anakku semuanya. Mudah-mudahan secepatnya bisa menempati sekolah baru yang indah, kuat dan berkah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari mengatakan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya sempat membutuhkan waktu karena proses penyediaan lahan hibah dan penyelesaian sertifikat.
“Prosesnya sampai tiga bulan, sertifikat diserahkan, dihibah kepada Kemenag untuk dibangun kembali. Ini betul-betul kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah,” kata Azhari.