Konjen AS Lirik Ekonomi Kreatif Kota Malang, Peluang Kolaborasi Internasional Terbuka
Istimewa
Istimewa
Malang, InfoPublik – Potensi ekonomi kreatif Kota Malang menarik perhatian Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Chris Green.
Chris ingin melihat lebih jauh perkembangan ekosistem kreatif, terutama bidang Media Arts yang mengantarkan Malang masuk dalam jejaring Kota Kreatif UNESCO.
Chris mengungkapkan ketertarikannya untuk mengetahui perkembangan ekosistem ekonomi kreatif Kota Malang, khususnya potensi Media Arts.
"Ketertarikan itu tidak terlepas dari posisi Malang dalam jejaring Kota Kreatif UNESCO. Pada Oktober 2025, UNESCO menetapkan Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts," kata Chris di Balai Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Senin (10/8/2026).
Predikat tersebut memperkuat posisi Malang dalam pengembangan ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang membangun jejaring dengan berbagai pihak di tingkat internasional.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan pencapaian tersebut melalui proses panjang dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, pelaku industri, dan generasi muda.
“Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Kota Malang menjadi kota Media Arts pertama di Asia Tenggara,” ucap Wahyu.
Sebagai Kota Kreatif bidang Media Arts, Malang mengembangkan beragam subsektor dan aktivitas kreatif, mulai dari gim, animasi, penceritaan digital (digital storytelling), hingga ruang berkarya (makerspace).
Ekosistem tersebut turut ditopang keberadaan perguruan tinggi serta generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif yang mengembangkan berbagai karya dan inovasi.
Salah satu infrastruktur pendukung ekonomi kreatif di Kota Malang adalah Malang Creative Center (MCC). Sejak mulai diaktivasi pada 2023, MCC dikembangkan sebagai ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkolaborasi, membangun jejaring, serta menghasilkan karya dan inovasi.
Keberadaan MCC juga diarahkan untuk membuka ruang lebih luas bagi generasi muda dalam mengembangkan kemampuan sekaligus menghasilkan karya yang memiliki daya saing.
Kunjungan Konsul Jenderal Amerika Serikat tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Kota Malang untuk memperluas jejaring internasional setelah memperoleh predikat Kota Kreatif UNESCO.
Peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, promosi karya kreatif, hingga penjajakan investasi di sektor ekonomi kreatif.
Dengan penguatan jejaring tersebut, predikat Kota Kreatif UNESCO diharapkan tidak berhenti sebagai pengakuan internasional, tetapi turut membuka peluang konkret bagi pelaku ekonomi kreatif Kota Malang untuk menjangkau ekosistem dan pasar yang lebih luas.
(yul/fif/yn)
© Copyright 2026, All Rights Reserved