Banda Aceh, InfoPublik - Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Employer Meeting sebagai langkah memperkuat kemitraan dengan pengguna lulusan guna meningkatkan relevansi kompetensi mahasiswa, mendukung kualitas pendidikan, serta memperkuat reputasi kampus di tingkat internasional.
Kegiatan bertema "Penguatan Kemitraan dengan Pengguna Lulusan untuk Meningkatkan Relevansi Kompetensi Lulusan Universitas Syiah Kuala Menuju Pendidikan Berkualitas, Keberlanjutan, dan Reputasi Global" tersebut merupakan bagian dari Program Equity yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Ketua Equity USK, Dr. Gholib, S.Pt., M.Si, mengatakan USK menjadi salah satu dari 23 perguruan tinggi di Indonesia yang menerima Program Equity pada periode 2025–2026. Program tersebut, kata dia, bertujuan meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan tata kelola perguruan tinggi, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengakuan di tingkat global.
"Pada tahun 2025–2026, USK menjadi salah satu kampus penerima Program Equity dari 23 perguruan tinggi di Indonesia. USK mendapat mandat untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat tata kelola perguruan tinggi, serta meningkatkan rekognisi di tingkat global," ujar Gholib dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, salah satu sasaran utama program tersebut adalah meningkatkan pengakuan internasional melalui pemeringkatan perguruan tinggi dunia seperti Times Higher Education (THE) dan QS World University Rankings (QS WUR).
Dalam kedua pemeringkatan tersebut, indikator Employer Reputation atau reputasi lulusan di mata pengguna menjadi salah satu aspek penting yang dinilai. Karena itu, Employer Meeting dinilai sebagai momentum strategis untuk mempererat hubungan antara USK dengan dunia kerja.
"Melalui kemitraan yang semakin erat, diharapkan kompetensi lulusan USK semakin meningkat sehingga mampu memperkuat reputasi dan pengakuan USK di tingkat internasional," katanya.
Pada kesempatan yang sama, dr. Okta menegaskan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan pengguna lulusan merupakan faktor penting dalam membangun pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, USK ingin memastikan kompetensi lulusan yang dihasilkan selaras dengan kebutuhan industri, dunia usaha, serta tantangan pembangunan di masa depan. "Kami ingin membangun komunikasi yang lebih erat dengan para pengguna lulusan. Masukan dari dunia kerja menjadi bekal penting bagi universitas untuk terus mengembangkan mutu pendidikannya," ujarnya.
Ia menambahkan, forum tersebut juga menjadi bagian dari strategi internasionalisasi USK melalui peningkatan reputasi lulusan di mata pengguna. Dalam kesempatan itu, para mitra diajak memberikan masukan terkait kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, pengembangan kurikulum, hingga penguatan keterampilan lulusan.
"Berbagai rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan proses pendidikan, sehingga lulusan USK semakin adaptif terhadap perkembangan industri dan mampu bersaing di tingkat internasional," kata dr. Okta.
Employer Meeting dihadiri oleh para pengguna lulusan, pimpinan fakultas, mitra industri, instansi pemerintah, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Turut hadir Ketua dan Sekretaris Senat Akademik Universitas, Wakil Rektor Bidang Akademik, serta sejumlah dekan baru USK.