Tambolaka, InfoPublik -Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyambut kunjungan kerja Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria dalam rangka Ekshibisi Loda Wee Maringi, Kamis (12/2/2026).
Kunjungan di ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Wakil Menteri bersama rombongan disambut langsung Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla mewakili masyarakat adat dan seluruh warga. Turut hadir pejabat kementerian, tim pengabdian alumni LPDP, kepala desa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta kelompok sadar wisata (pokdarwis) dari empat desa lokus program.
Ekshibisi Loda Wee Maringi merupakan ajang pameran dan presentasi hasil program pengabdian alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang telah bertugas selama enam bulan di empat desa di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen serah terima program dan fasilitas hasil pendampingan kepada masyarakat.
Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyampaikan bahwa kehadiran Wakil Menteri Desa dan PDT menjadi kehormatan sekaligus motivasi besar bagi daerah dalam mendorong percepatan pembangunan desa dan daerah tertinggal.
“Kehadiran Bapak Wakil Menteri merupakan suatu kehormatan sekaligus motivasi besar bagi kami dalam mendorong percepatan pembangunan desa dan daerah tertinggal. Kami menyambut dengan sukacita Bapak dan seluruh rombongan di Bumi Loda Wee Maringi, tanah yang kaya budaya, alam, dan semangat gotong royong,” ujar Bupati.
Menurutnya, program pengabdian alumni LPDP menjadi praktik baik pembangunan kolaboratif. Program tersebut memadukan keahlian dan idealisme alumni dengan potensi lokal desa, sehingga melahirkan inovasi, memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengembangkan desa wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Selama masa pengabdian, alumni LPDP menjalankan sejumlah program strategis. Di antaranya pelatihan UMKM di Desa Karuni dan Desa Pero Konda, pelatihan pengelolaan BUMDes dan pokdarwis, digitalisasi desa dan pelatihan bahasa Inggris, pembangunan Taman UMKM Makau di Desa Watukawula, hingga pengadaan instalasi sarana air bersih di Desa Maliti Bondo Ate.
Program-program tersebut dinilai membantu pemerintah daerah mengakselerasi pembangunan desa. Selain membawa inovasi baru, pendampingan itu juga mendorong masyarakat lebih kreatif dan produktif dalam mengelola potensi lokal.
Bupati berharap, seluruh hasil pendampingan tidak berhenti saat masa penarikan tim pengabdian berakhir.
“Besar harapan saya, apa yang telah ditanamkan selama kegiatan ini tidak berakhir saat masa penarikan. Mari kita rawat bersama dan lanjutkan dengan semangat kemandirian desa,” pesannya.
Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dapat terus diperluas.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dan diperluas, sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat desa, sekaligus memperkuat posisi Sumba Barat Daya sebagai destinasi desa wisata unggulan di Nusa Tenggara Timur,” tutupnya.
Ekshibisi Loda Wee Maringi diharapkan menjadi titik awal kebangkitan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Sumba Barat Daya. Semangat kolaborasi dan gotong royong ditegaskan kembali sebagai fondasi utama pembangunan dari desa, oleh desa, dan untuk kesejahteraan bersama.