HDI Kota Padang Tampilkan Juru Bahasa Isyarat di Setiap Rangkaian Acara
Padang, InfoPublik – Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tingkat Kota Padang tahun ini berlangsung berbeda. Selain menampilkan berbagai atraksi dari penyandang disabilitas, seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh juru bahasa isyarat sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas.
Peringatan HDI tersebut digelar di Gedung Youth Center Padang, Rabu (17/12/2025). Sepanjang acara, seorang juru bahasa isyarat terlihat aktif di atas panggung menerjemahkan setiap penyampaian informasi ke dalam bahasa isyarat, termasuk saat Wali Kota Padang menyampaikan sambutan.
Kehadiran juru bahasa isyarat tersebut mendapat perhatian dari para pengunjung. Salah seorang warga, Eri, mengapresiasi penyelenggaraan HDI tahun ini yang dinilainya lebih ramah bagi penyandang disabilitas Tuli.
“Peringatan HDI kali ini terasa berbeda karena ada penerjemah bahasa isyarat,” ujarnya.
Juru bahasa isyarat yang bertugas dalam kegiatan tersebut diketahui bernama Rosy Mahersa, yang akrab disapa Ochi. Perempuan berusia 24 tahun itu merupakan anggota Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), sebuah organisasi nasional yang memperjuangkan kesetaraan hak, kesejahteraan, dan pemberdayaan penyandang Tuli di Indonesia.
Ochi mengaku senang dapat terlibat dalam peringatan HDI Tingkat Kota Padang. Menurutnya, momentum tersebut selalu dinantikan karena menjadi ajang bertemu dan berinteraksi langsung dengan komunitas penyandang disabilitas.
“Momentum Hari Disabilitas Internasional selalu saya tunggu karena bisa bertemu langsung dengan teman-teman disabilitas,” ungkapnya.
Ia juga mengakui sempat merasa gugup saat berada di atas panggung. Namun, dukungan dari komunitas Tuli yang hadir membuatnya lebih percaya diri dalam menjalankan peran sebagai juru bahasa isyarat.
Ochi merupakan lulusan jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Padang. Ia mulai menekuni bidang bahasa isyarat sejak 2021, setelah mendapat kesempatan belajar langsung bersama Gerkatin melalui program kampus.
Menurutnya, mempelajari bahasa isyarat membutuhkan ketekunan dan tanggung jawab karena setiap informasi harus disampaikan secara tepat sesuai dengan pesan yang disampaikan narasumber.
“Tantangannya ketika lupa kosakata isyarat. Jika itu terjadi, saya biasanya langsung bertanya kepada teman-teman Tuli apakah isyarat yang saya sampaikan sudah dipahami. Jika belum, saya ulangi. Mereka juga selalu membantu,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Ochi menyampaikan harapan agar peringatan HDI menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap penyandang disabilitas, sekaligus mendorong penghapusan stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat.
(Charlie Ch. Legi)
© Copyright 2026, All Rights Reserved