Pulang Pisau, InfoPublik — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Baperida) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 di Aula Kantor Baperida Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan ini bertujuan mengoordinasikan upaya penanggulangan kemiskinan mulai dari tingkat pusat hingga daerah, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, dalam arahannya menekankan pentingnya pembaruan data makro dan sektoral agar kebijakan penanggulangan kemiskinan dapat lebih responsif terhadap dinamika di lapangan.
Ia juga menegaskan keberlanjutan penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025–2029 sebagai pedoman lintas sektor dalam menekan angka kemiskinan secara lebih terukur.
Sementara itu, Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa ada tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan, yaitu profil kemiskinan, kendala informasi, serta strategi dan upaya penanggulangan kemiskinan di tingkat daerah.
Menurut Jayadikarta, data terbaru menunjukkan adanya peningkatan persentase kemiskinan di Kabupaten Pulang Pisau.
“Pulang Pisau dalam profilnya alhamdulillah meningkat. Dari 4,56 persen naik 0,23 persen menjadi 4,79 persen,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jayadikarta menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau telah mengalokasikan anggaran penanggulangan kemiskinan melalui 11 OPD sebesar Rp150 miliar. Hingga saat ini, realisasi anggaran mencapai Rp90 miliar atau sekitar 58,77 persen.
Rakor ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan melalui intervensi terarah, berbasis data, dan kolaboratif.
(Diskominfostandi Pulang Pisau/Jemy/Barsel)