Sabtu, 29 Maret 2025 17:9:26

Pipa Minyak Rantau-Pangkalan Susu Rawan Dibobol, Pertamina Pasang Finding Oil Losses

:


Oleh MC PROV ACEH, Rabu, 26 Maret 2025 | 12:52 WIB - Redaktur: Juli - 116


Kuala Simpang, InfoPublik – PT Pertamina EP Field Rantau, Aceh Tamiang memperketat pengamanan jalur pipa menggunakan teknologi Finding Oil Losses (FOL) sebagai upaya mencegah hilangnya minyak akibat praktik pencurian dengan cara membobol pipa distribusi (illegal tapping).

"Alat ini (FOL) mampu mendeteksi dini kebocoran minyak dan titik lokasinya sehingga mempercepat tim security untuk bertindak menelusuri meringkus pelaku,” kata Field Manager Pertamina Rantau Tomi Wahyu Alimsyah, Senin (24/3/2025).

Ia menjelaskan Finding Oil Losses dipasang pada pipa trunkline yang membentang dari Rantau, Aceh Tamiang menuju Terminal Pangkalan Susu, Sumatra Utara sepanjang 64 kilometer. Jalur pipa tersebut melewati hutan, bukit dan perkebunan kelapa sawit sehingga kondisi ini menyulitkan tim security Pertamina untuk menentukan titik lokasi kebocoran.

Pihaknya mengakui efektivitas FOL mampu menekan persentase hilangnya minyak yang dipompa dari Rantau ke titik serah di Terminal Pangkalan Susu.

“Oil losses yang pernah mencapai 6% dapat ditekan hingga di bawah angka 0,5% setelah pelaku tertangkap berkat deteksi dari FOL yang ditindaklanjuti tim security,” jelas Tomi.

Namun demikian, tambah Tomi Wahyu Alimsyah, butuh sinergi yang kuat antara fungsi produksi dan fungsi security dan juga berkolaborasi dengan pihak berwajib. Menurutnya FOL merupakan alat inovatif yang dirancang untuk mendeteksi lokasi kebocoran pipa secara real-time menggunakan sensor tekanan (pressure).

“Dengan teknologi canggihnya FOL mampu mengidentifikasi penurunan tekanan di berbagai titik pipa. Dengan sistem berbasis data dan analitik cerdas, FOL juga mampu mendeteksi kemungkinan kebocoran serta memberikan peringatan dini sebelum terjadi kerusakan yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu Senior Supervisor Mos & Oil Transportation Pertamina EP Rantau Field Apriansyah memaparkan FOL dipasang di titik-titik jalur pipa Rantau sejak kuarter tiga 2024. Selama ini, kata dia untuk mengetahui apakah penyaluran minyak lewat pipa diganggu atau tidak, pihaknya selalu memeriksa tekanan dan tidak tahu lokasi kebocoran.

“Dengan FOL, peringatan dini muncul sekaligus dengan perkiraan lokasinya. Di tengah hutan pun FOL ini aktif bekerja 24 jam dengan energi listrik tenaga surya,” paparnya.

Apriansyah mengungkapkan sejak menggunakan teknologi FOL pihaknya sudah dua kali berhasil melakukan penangkapan kepada pelaku illegal tapping kategori besar. Kasus itu terjadi pada Oktober 2024 di Dusun Kebun Ubi, Kecamatan Rantau.

Kemudian pada Februari 2025, kembali dilakukan penangkapan pelaku illegal tapping di Dusun Alur Meranti, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

“Jadi informasi titik lokasi yang dicurigai ini sangat berharga bagi tim security untuk segera mengembangkan kasus dan meringkus pelaku di saat yang tepat,” ujarnya.

Ia menyatakan, manfaat FOL yang dirasakan Pertamina EP Rantau ini merupakan replikasi dari inovasi dari Production & Operation (PO) Pertamina EP Jambi. Inisiasi datang dari Astman PO Pertamina EP Jambi Eko Yugi Priyatno untuk mengembangkan sistem deteksi dini kebocoran pipa bersama tim gugus continous improvement program (CIP) Iwak PO.

Di wilayah kerja Jambi sendiri, FOL berhasil menurunkan angka losses minyak dari 0,83% menjadi 0,07% sejak 2023-2024. Rencananya FOL di Field Rantau akan lebih di-improve lagi dengan menambah titik pengamatan untuk lebih meningkatkan akurasi pada saat terjadi kebocoran, serta penambagan alat baru berupa Pressure Gauge Diginal/PGD dan Thermocouple untuk mencegah terjadinya false signal.

Apriansyah menyebut atas keberhasilan implementasi FOL di Rantau dan Jambi, SKK Migas dan Pertamina Subholding Upstream mengapresiasi dengan penghargaan platinum pada forum inovasi di lingkungan Pertamina yakni Upstream Improvement & Innovation Award (UIIA) 2024.

“Inovatornya diundang di berbagai forum untuk dapat direplikasikan ke wilayah kerja yang rawan illegal tapping,” ujarnya. (mc aceh/02r)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC PROV ACEH
  • Kamis, 27 Maret 2025 | 22:48 WIB
Kapolda Aceh Tinjau Posyan di Terminal Sigli
  • Oleh MC PROV ACEH
  • Kamis, 27 Maret 2025 | 22:50 WIB
Dishub Aceh Siapkan 11 Kapal untuk Penyeberangan Pemudik
  • Oleh MC PROV ACEH
  • Selasa, 25 Maret 2025 | 23:11 WIB
Pemprov Aceh Pusatkan Salat Idulfitri 1446 H di Masjid Raya Baiturrahman