- Oleh Dian Thenniarti
- Rabu, 26 Maret 2025 | 12:02 WIB
© 2023 - Portal Berita InfoPublik.
: Penanaman 1.000 pohon mangrove di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah merupakan bagian dari upaya mitigasi pencegahan abrasi pantai untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Foto: Ist.
Oleh MC KAB DONGGALA, Rabu, 19 Februari 2025 | 15:20 WIB - Redaktur: Untung S - 1K
Donggala, InfoPublik – Keberadaan pohon mangrove di wilayah pesisir memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan suatu ekosistem. Untuk itu, program penanaman seribu pohon mangrove di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, merupakan bagian dari upaya mitigasi pencegahan abrasi pantai guna menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Program penanaman pohon mangrove ini merupakan bagian dari kerja sama Relawan Bakti BUMN (RBB) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang bertujuan untuk mendukung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di seluruh Indonesia.
Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi pencegahan abrasi pantai, yang sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
"Kami melibatkan masyarakat dalam setiap langkah, mulai dari pelaksanaan hingga pemeliharaan pohon mangrove, agar program ini dapat berkelanjutan," ujar Arief, Selasa (18/2/2025).
Dia juga berharap bahwa dengan ekosistem mangrove yang sehat, Desa Towale dapat berkembang menjadi destinasi ekowisata yang dapat mendukung perekonomian Kabupaten Donggala dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Kegiatan penanaman pohon mangrove ini sejalan dengan komitmen PT PNM dalam mendukung tiga pilar pembangunan utama, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Arief menambahkan bahwa mangrove dikenal efektif dalam mengurangi intensitas angin laut dan terbukti mampu menghalangi gelombang tsunami yang dapat merusak wilayah pesisir.
"Kami melibatkan masyarakat dalam setiap langkah, mulai dari pelaksanaan hingga pemeliharaan pohon mangrove, agar program ini dapat berkelanjutan," lanjutnya.
Program ini juga berkontribusi pada pencapaian 17 Indikator Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan isu lingkungan, seperti penghijauan, pencegahan abrasi, pengurangan polusi, serta pengurangan risiko bencana pesisir.
Dengan adanya program penanaman pohon mangrove ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat pesisir dan meninggalkan warisan lingkungan yang berkelanjutan untuk generasi mendatang. (MC Donggala/Mh/Rs)