- Oleh MC KAB KOTAWARINGIN BARAT
- Selasa, 25 Maret 2025 | 19:02 WIB
: Bupati Blora Arief Rohman (tengah) saat menyambangi keluarga korban laka kerja.
Oleh MC KAB BLORA, Senin, 10 Februari 2025 | 04:50 WIB - Redaktur: Untung S - 161
Blora, InfoPublik – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Blora setelah insiden kecelakaan kerja yang terjadi di RS PKU Muhammadiyah Blora pada Sabtu (8/2/2025) pagi. Bupati Blora Arief Rohman bersama Forkopimda mengunjungi lima korban yang masih dirawat di rumah sakit dan keluarga korban meninggal dunia.
Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa semula ada tiga korban meninggal dunia, namun satu korban lagi dilaporkan meninggal, menjadikan total korban meninggal menjadi empat orang, sementara sembilan lainnya masih dalam perawatan intensif.
Pada Minggu (9/2/2025), Bupati Arief Rohman mengunjungi lima korban yang masih dirawat di RS PKU Muhammadiyah Blora, ditemani pihak keluarga korban dan pimpinan RS PKU Muhammadiyah Blora, Tegar Mohammad Wijaya. "Kami menyampaikan bela sungkawa kepada korban yang meninggal. Kami kunjungi satu per satu," ungkap Bupati Arief, yang akrab dipanggil Mas Arief.
Bupati Arief juga menyampaikan bahwa lima korban yang masih dirawat menunggu jadwal operasi yang direncanakan oleh pihak rumah sakit pada Senin mendatang. "Kami doakan semoga operasi berjalan lancar dan korban segera diberikan kesembuhan," tambahnya.
Takziah ke Keluarga Korban Meninggal
Setelah mengunjungi korban yang masih dirawat, Bupati Arief dan rombongan takziah ke rumah empat korban meninggal. Korban yang meninggal dunia antara lain: Sono, warga Desa Ngampon, Ahmad Zaenudin, warga Dukuh Lubang, Tri Wiji, warga Desa Bacem, dan Djami, warga Dukuh Trenggiling. "Kami sangat berduka atas kepergian para korban, dan kami akan terus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan," ungkap Arief.
Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Blora, Syarifudin, turut memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah siap memberikan bantuan, mulai dari biaya perawatan bagi yang masih dirawat hingga biaya pendidikan bagi anak-anak korban yang meninggal. "Kami juga akan memfasilitasi pencarian pekerjaan bagi keluarga yang ditinggalkan, mengingat beberapa korban adalah tulang punggung keluarga," ujar Syarifudin.
Selain itu, Syarifudin mengungkapkan, pihak Muhammadiyah juga akan membantu memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban yang masih bersekolah, sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan mereka.
Kecelakaan Kerja akibat Lift Jatuh
Kecelakaan yang terjadi di proyek pembangunan rumah sakit RSU PKU Muhammadiyah di Desa Seso, Kecamatan Jepon, melibatkan 13 pekerja yang sedang bekerja menggunakan lift. Lift yang mereka naiki jatuh, menyebabkan tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal setelah perawatan. Sembilan lainnya masih dirawat dengan beberapa di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Blora, Tegar Mohammad Wijaya, menjelaskan bahwa empat korban yang dirawat di rumah sakit lain, termasuk RSUD dr. Soetijono Blora dan tiga lainnya di Solo, mengalami patah tulang parah dan membutuhkan perawatan lebih lanjut dengan spesialis ortopedi.
"Alasan dirujuk ke rumah sakit lain adalah untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik karena adanya kebutuhan perawatan lanjutan yang lebih lengkap," ujar Tegar.
Bupati Arief Rohman berharap bantuan dan dukungan dari berbagai pihak dapat meringankan beban keluarga korban dan mempercepat proses pemulihan bagi yang masih dirawat. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, Muhammadiyah, dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan.
"Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kami akan terus berkoordinasi untuk memberikan yang terbaik bagi mereka," tutup Bupati Arief.(MC Kab. Blora/Teguh).