Pemkab Manggarai Terus Lakukan Upaya Pengembangan dan Pembangunan Kepariwisataan

: Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit (berbaju Khaki), bersama para peserta Pelatihan Pemandu Wisata Gunung dan para undangan, Selasa (21/5/2024). (Foto: MC Kab. Manggarai)


Oleh MC KAB MANGGARAI, Kamis, 23 Mei 2024 | 09:19 WIB - Redaktur: Bonny Dwifriansyah - 554


Manggarai, InfoPublik - Sebagai salah satu sektor strategis yang memiliki kontribusi sangat penting terhadap geliat ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Manggarai terus melakukan berbagai upaya dalam pengembangan dan pembangunan kepariwisataan di Manggarai.

Langkah-langkah strategis telah diatur dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) Kabupaten Manggarai tahun 2022-2025, yakni terciptanya Kepariwisataan Daerah yang berdaya saing global sebagai penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan berbasis sosial budaya.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Herybertus Geradus Laju Nabit, saat membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Gunung, di obyek wisata Wae Rebo, Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mes Barat, yang diselenggarakan oleh Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Manggarai, Selasa (21/5/2024.

“Salah satu poin penting dalam Ripparda Manggarai tahun 2022-2025 adalah pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan ini adalah upaya meningkatkan kesadaran, kapasitas, akses dan peran masyarakat, baik secara individu maupun kelompok dalam memajukan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraan melalui kegiatan kepariwisataan. Itu artinya, kegatan Pelatihan pemandu wisata gunung/alam yang kita mulai hari ini adalah poin pemberdayaan masyarakat,” tutur Herybertus.

Menurut Herybertus, pemilihan tempat pelaksanaan kegiatan pemandu wisata gunung ini sangat relevan di Wae Rebo Desa Satar Lenda. Selain sebagai destinasi wisata unggulan, Wae Rebo sudah menjadi etalase. Sebagai etalase, Wae Rebo selama ini sudah tampil dengan wajah yang baik. Wajah yang membuat daerah ini mendapat penilaian positif dari wisatawan.

“Itu berarti teman-teman saya yang menjadi peserta pelatihan tahun ini sudah semestinya mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan ketekunan yang tinggi, menyerap semua pengetahuan yang diberikan narasumber dan tentu siap menjadi pemandu-pemandu yang professional,” ungkap Herybertus.

Apakah hanya di destinasi Wae Rebo? Menurut Herybertus, dalam kaitan dengan upaya pembangunan berkelanjutan, ke depan nanti pelatihan semacam ini juga akan dilakukan di tempat-tempat lain. “Saya perlu tegaskan, pembangunan bukan pekerjaan sekali jadi. Dia adalah perjalanan berulang menuju titik yang lebih baik,” ujarnya.

Selanjutnya, Herybertus berharap kegiatan tersebut memiliki keluaran atau output yang jelas. Pertama peserta pelatihan akan mampu menjadi pemandu wisata yang memiki pengetahuan yang mendalam, ketrampilan yang terlatih, dan sikap profesional dalam melayani setiap pengunjung. “Karena itu tugas narasumber adalah memastikan penyampaian materi mudah dipahami peserta,” katanya.

Kedua, terbangunnya jaringan antara peserta dan narasumber. Ruang pelatihan itu jelasnya juga dipakai sebagai tempat memproses ide dan rencana pengembangan obyek wisata andalan yang ada.

Ketiga, terbentuknya kerja sama yang kuat di antara sesama pemandu wisata, masyarakat lokal, pengelola obyek wisata, dan pemerintah daerah untuk kemajuan destinasi.

Dan keempat, kata Herybertus, momen pelatihan tersebut juga dijadikan ajang untuk menyampaikan kepada publik bahwa pemerintah daerah tidak tinggal dian. Pemerintah daerah terus berupaya mengurai persoalan kepriwisataan, bagian demi bagian.

“Sebelum kegiatan ini, kita juga sudah melakukan kegiatan pelatihan pengelolaan desa wisata, menyusul pelatihan pemasaran digital dan masih banyak lagi,” paparnya.

“Kita bergerak, bergerak bersama-sama dan akan tetap melakukannya sampai semua sub-sektor kepariwisataan kita di Manggarai tertata dengan baik. Terima kasih kepada semua, terutama para narasumber yang datang dari jauh ke Denge dan nanti ke Wae Rebo, Desa Satar Lenda, untuk membagi ilmunya. Terima kasih yang sama juga saya sampaikan kepada pemerintah desa yang sudah mengirim peserta untuk mengikuti kegiatan ini,” tutur Herybertus.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 40 orang, dengan rincian 27 laki-laki dan 13 orang perempuan, mengikuti Pelatihan Pemandu Wisata Gunung di Wae Rebo Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese. Dari jumlah peserta tersebut, sebanyak 31 orang berasal dari Desa Satar Lenda, tiga orang dari Desa Nuca Molas, dua orang dari Desa Persiapan Pasir Putih, dua orang dari Desa Wongka, dan dua orang dari Desa Borik.

Pelatihan akan berlangsung selama empat hari (21-24 Mei 2024). Selama dua hari, peserta akan menerima materi teori dan dua hari berikutnya praktek di lapangan. (MC Kab Manggarai)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KAB MANGGARAI
  • Rabu, 5 Juni 2024 | 17:54 WIB
Bupati Manggarai Serahkan SK dan SPMT kepada 415 PPPK Lulusan Tahun 2023