Pj Ketua TP PKK: Anak Kita Harus Bebas Stunting

:


Oleh MC PROV KALIMANTAN BARAT, Kamis, 23 Mei 2024 | 14:29 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 116


Kubu Raya, InfoPublik - Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Windy Prihastari menyebutkan, Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA) Anggota KORPRI merupakan aksi nyata dalam membantu anak terbebas dari stunting.

"Karena pada Tahun 2045 nanti Indonesia akan menuju Generasi Emas, tentunya kita mau anak-anak kita ini (anak-anak Kalbar) menjadi pemimpin yang mempunyai kualitas yang baik, makanya anak-anak kita harus bebas stunting," kata Windy berkunjung ke Puskesmas Sungai Kakap Anggrek, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalbar Senin (20/5/2024).

Dijelaskannya kepada orang tua anak Stunting bahwa Stunting dapat dicegah, dan bayi dengan dua tahun (Baduta) diberikan pola gizi yang sehat.

"Pencegahan stunting sangat bisa dilakukan, yakni pertama dimulai dari usia remaja agar rajin minum obat tablet penambah darah dan tidak anemia. Kemudian jika anak sudah lahir anak-anak Baduta harus didampingi dengan pola asuh yang baik seperti memberikan makanan yang bergizi sesuai dengan asupan mereka," jelasnya.

Windy menambahkan, dalam mencegah stunting harus terdapat tiga komponen utama bagi tumbuh kembang anak yakni karbohidrat, protein hewani juga Semak dan untuk Baduta kurangi makanan yang berserat.

"Untuk karbohidrat bisa didapat dari nasi (beras putih), kemudian protein hewani bisa dari telur, ikan, ayam, daging dan lain-lain, terakhir lemak bisa didapat dari kaldu saat masak ikan dan minyak goreng yang bisa didapat dari margarin. Hal ini berdasarkan dari penelitian Dokter Ahli Gizi," jelasnya lagi.

Lanjutnya, Pj Ketua TP-PKK mengatakan, bahwa anak stunting tersebut akan didampingi oleh GOTA dari Dinas Sosial Kalbar. Tak hanya sekedar pendampingan anak-anak yang masih stunting akan diawasi pola asuhnya dan diberikan makanan yang bergizi.

"Jadi anak ibu-ibu ini selama tiga bulan kedepan akan langsung dipantau oleh Gerakan Orang Tua Asuh Dinsos Kalbar, tentunya bersama Tim Kesehatan dan TP-PKK dan Camat setempat untuk memberikan makanan pendamping dan melakukan pengawasan langsung setiap 1 bulannya," kata Windy berpesan kepada GOTA Dinsos Kalbar.

Windy berharap, tiga bulan ke depan anak stunting ini sudah lepas dari Stunting dan menjadi anak yang sehat dan cerdas.

"Saya harap anak-anak ibu tiga bulan kedepan harus keluar dari stunting agar nanti dimasanya menuju Generasi Emas dapat menjadi Presiden, Gubernur, Dokter atau Pimpinan Perusahaan, jadi orang tua juga harus bertekad agar anak-anak terlepas dari Stunting," tutupnya.(adpim/wnd)