Kementerian Kesehatan Inisiasi Pengobatan Pasien TBC RO di Tingkat Puskesmas

: Kadinkes Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, saat membuka Workshop Inisiasi Pengobatan TBC RO di Puskesmas. (Foto: istimewa)


Oleh MC PROV GORONTALO, Rabu, 24 April 2024 | 15:48 WIB - Redaktur: Bonny Dwifriansyah - 112


Kota Gorontalo, InfoPublik – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terus berupaya meningkatkan akses terhadap layanan Tuberculosis Resisten Obat (TBC RO), yakni melalui inisiasi pengobatan pasien TBC RO di tingkat puskesmas.

Tujuan peningkatan akses layanan TBC RO di puskesmas ini adalah untuk meningkatkan proporsi pasien yang memulai pengobatan TBC RO dan meningkatkan kapasitas puskesmas untuk dapat menatalaksanakan pasien TBC RO.

“Salah satu permasalahan dan penyebab utama pasien tidak memulai pengobatan TBC RO adalah jarak fasyankes pengobatan TB RO yang jauh dari tempat tinggal pasien dan akses yang sulit,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, saat membuka Workshop Inisiasi Pengobatan TBC RO di Puskesmas, Senin (21/4/2024) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Sebagai informasi, Provinsi Gorontalo menjadi target Provinsi Perluasan Inisiasi Pengobatan TBC RO di Puskesmas Tahap 3 Tahun 2024. “Pelaksanaan Kegiatan Inisiasi Pengobatan TBC RO di Puskesmas di Provinsi Gorontalo telah dilaksanakan sejak bulan Februari 2024,” ujar Anang.

Adapun tahapan kegiatan dimulai dari pemilihan 15 puskesmas di tiga kabupaten/kota (Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Gorontalo), pemilihan Rumah Sakit Pengampu, melakukan sosialisasi awal dan penyusunan serta penandatangan perjanjian kerja sama dengan Rumah Sakit Pengampu.

“Tahapan selanjutnya yang dilaksanakan saat ini yakni Workshop Insiasiasi Pengobatan TBC RO di Puskesmas dengan harapan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan TBC di puskesmas,” ungkap Anang.

Berdasarkan hasil Audit Klinis di Provinsi Gorontalo, ada lima temuan utama dalam penatalaksanaan pasien TBC RO, yakni 33 persen baseline uji kepekaan tidak tersedia, 33 persen pemeriksaan Follow Up bulanan rutin tidak terlaksana, dan 92 persen masalah pencatatan dan pelaporan tidak lengkap.

“Sehingga perlu adanya penguatan terhadap puskesmas yang saat ini telah menjadi fasyankes satelit TBC RO agar dapat memiliki kapasitas juga melakukan inisiasi pengobatan TBC RO,” tutur Anang.

Puskesmas dapat melakukan inisiasi pengobatan TBC RO dengan panduan standar yang berkualitas, mulai dari dukungan pengobatan bagi pasien TBC RO berupa pendampingan minum obat, manajemen efek samping yang cepat dan tepat, serta dukungan psikososial yang dibuthkan untuk menjamin keberhasilan pengobatan. (mcgorontaloprov/md/ilb/nancy)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KAB BATANG
  • Jumat, 7 Juni 2024 | 17:25 WIB
Sumringahnya Wajah Bayu tatkala Dinyatakan Bebas TBCRO
  • Oleh MC PROV GORONTALO
  • Sabtu, 25 Mei 2024 | 17:52 WIB
Menteri Kesehatan RI Gelar Dialog dengan Jajaran Kesehatan di Gorontalo
  • Oleh MC PROV GORONTALO
  • Sabtu, 25 Mei 2024 | 12:44 WIB
Gelar Wicara Rakerkesda, Menkes: Pemda Jangan Hanya Urus RS, Puskesmas Juga!