Ini Lima Hasil Rakor Penanganan Inflasi di Kabupaten Kayong Utara

:


Oleh MC KAB KAYONG UTARA, Jumat, 5 Juli 2024 | 17:13 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 186


Kayong Utara, InfoPublik - Lima hasil rapat koordinasi (Rakor) untuk menangani inflasi di Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). 

Diantaranya, Pertama, melakukan inspeksi mendadak ke pasar untuk memantau harga dan distribusi barang. Kedua, mendorong masyarakat menanam komoditas pangan seperti cabai dan bawang merah guna meningkatkan produksi lokal dan menekan inflasi. Ketiga, meminta seluruh instansi terkait memberikan laporan tertulis secara berkala kepada Inspektorat Daerah terkait upaya pengendalian inflasi di wilayahnya.

Keempat, memanfaatkan aplikasi KUDA SEMBRANI untuk memantau ketersediaan dan harga pangan di pasar. Kelima, melibatkan analisis dari BPS Kayong Utara sebagai dasar untuk menentukan intervensi selanjutnya dalam upaya pengendalian inflasi.

Pj Bupati Kayong Utara Alfian menegaskan,  komitmennya untuk terus menurunkan inflasi di wilayahnya. 

Ia berharap, seluruh stakeholder terkait dapat mencapai target inflasi 2,5 persen dan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Saya harap dengan langkah-langkah strategis yang telah disepakati bersama ini, kita dapat mencapai target inflasi 2,5 persen dan menjaga daya beli masyarakat Kayong Utara," tegas Alfian di Ruang Rapat Kantor Bupati Sukadana, Kayong Utara, Provinsi Kalbar pada Kamis (4/7/2024).

Sementara itu, Kepala BPS Kayong Utara Sugeng Junaedi menyampaikan, bahwa inflasi di Kayong Utara dari Mei ke Juni 2024 mencatatkan angka rendah sebesar 0,12 persen, yang merupakan terendah di Kalimantan.

Namun, secara tahunan angka inflasi mencapai 2,28 persen. Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menetapkan target inflasi sebesar 2,5 persen dengan harapan mampu menekannya di bawah level ini dalam setahun ke depan.

Beberapa komoditas utama penyumbang inflasi yang dibahas meliputi sayuran, rokok, minyak goreng, daging ayam, ikan, dan beras. Untuk mencapai target inflasi, langkah-langkah strategis yang diperlukan termasuk operasi pasar untuk stabilisasi harga, inspeksi rutin ke pasar, serta peningkatan produksi komoditas lokal seperti sayuran, ikan, dan beras.

Optimalisasi rantai distribusi, penyediaan stok cadangan beras, dan penguatan intervensi terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan juga menjadi fokus. Koordinasi intensif dengan Pemprov Kalimantan Barat penting untuk menangani masalah infrastruktur dan distribusi.(MC-Kab. Kayong Utara/HerSa)