Kenali Gejala dan Risiko Tumor Otak

: Dr Rahardian Indarto Susilo Menjeleskan Tumor Otak (Sumber: UKIP FIKKIA)


Oleh MC PROV JAWA TIMUR, Rabu, 28 Februari 2024 | 19:59 WIB - Redaktur: Tobari - 129


Surabaya, InfoPublik - Tumor otak adalah abnormalitas pertumbuhan sel pada jaringan otak. Tumor dapat berkembang secara jinak hingga ganas. Kemunculan tumor otak dapat terjadi sendiri dari jaringan sel otak (tumor otak primer) maupun sebaran tumor ganas dari bagian organ lain (tumor otak metastasis) lewat aliran darah.

Kejadian tumor otak juga tak memandang status usia maupun gender. Sehingga masyarakat perlu waspada dengan mengenal lebih dekat gejala dan risiko tumor otak.

Dokter Bedah Saraf Unair Dr Rahardian Indarto Susilo dr Sp BS(K) mengatakan beberapa gejala tumor otak dapat menjadi indikasi dini. Mulai nyeri kepala, gangguan keseimbangan, dan kejang pada pasien dewasa.

Selain itu terdapat gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, penurunan kekuatan otot lengan atas atau kaki, kesulitan berbicara, dan gangguan konsentrasi yang disertai rasa bingung dalam aktivitas sehari-hari.

“Jika terjadi nyeri kepala secara menerus tak hilang-hilang dan semakin memberat setelah diobati. Segera memeriksakan diri ke fasilitas dekat untuk menemukan penyebab utamanya. Bisa jadi itu termasuk indikasi tumor otak,” kata wakil dekan akademik FIKKIA Unair itu.

Bisa Terjadi Sejak Bayi

Sementara itu, Prof Rob Groen dari Departemen Bedah Saraf, University Medical Center Groningen, Belanda, menyebut tumor otak dapat terjadi pada seluruh usia. Riwayat keluarga dengan kelainan sindrom kelainan genetik merupakan kejadian langka yang menyebabkan tumor otak.

Tetapi beberapa kasus kejadian pertumbuhan tumor otak dapat dimulai sejak kelahiran. “Pertumbuhan tumor otak pada anak dapat terjadi sejak umur 1 hingga 18 tahun,” ujarnya.

Berkembangnya kedokteran modern harus terus mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat. Pengenalan penanganan tumor mulai pembedahan, radioterapi, kemoterapi, dan rehabilitasi pasca-tindakan bedah harus digaungkan.

Keuntungan sistem pelayanan kesehatan modern akan sangat berpengaruh untuk pendekatan kepada masyarakat untuk dapat mengenali symptom. Efek kepercayaan masyarakat terhadap kesehatan akan membantu untuk meningkatkan pola hidup sehat dalam mencegah kanker otak.

“Masyarakat memiliki masalah kesehatan tumor itu dan itu merupakan tantangan bagi ahli bedah saraf dengan hasil layanan tumor otak yang lebih baik,” tutur Prof Groen. (MC Diskominfo Prov Jatim /hjr-mad/toeb)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Selasa, 23 April 2024 | 20:40 WIB
Asah Kemampuan Tempur, Taruna AAL Korps Marinir Latihan Pendaratan Amfibi
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Selasa, 23 April 2024 | 20:38 WIB
Tongkat Komando Danyonkapa 2 Mar Resmi Berganti
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Selasa, 23 April 2024 | 19:57 WIB
Kadis Kominfo Buka Rakor Pembinaan KIM se-Jatim
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Selasa, 23 April 2024 | 19:53 WIB
DP3AP2KB Kota Kediri Bangun Kerja Sama Optimalkan Percepatan Penurunan Stunting
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Selasa, 23 April 2024 | 19:31 WIB
BI Jatim dan Lembaga Terkait Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Selasa, 23 April 2024 | 19:20 WIB
Srikandi PLN Beri Edukasi Ketenagalistrikan kepada Siswi SMK Ponorogo
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Selasa, 23 April 2024 | 06:18 WIB
Sinergi Reforma Agraria Beri Dampak Pertumbuhan Perekonomian Lamongan