Kurangi Risiko Banjir, Pemkab Pasuruan Normalisasi Sungai Kebonsari

: Kurangi Risiko Banjir, Pemkab Pasuruan Normalisasi Sungai Kebonsari


Oleh MC PROV JAWA TIMUR, Rabu, 29 November 2023 | 22:08 WIB - Redaktur: Tobari - 22


Surabaya, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan normalisasi sungai Kebonsari yang dipantau langsung oleh Pj Bupati, Andriyanto, Rabu (29/11/2023). Normalisasi dilakukan agar risiko banjir yang berasal dari Sungai Kebonsari bisa semakin berkurang. Untuk kali ini, normalisasi dilakukan sepanjang 2 kilometer, dan ditargetkan selesai dalam 1-2 hari. 

Karena sudah masuk penghujan. Saya ingin normalisasi segera dilakukan, karena ini jadi bagian dari langkah represif kita agar volume banjir bisa berkurang. Apabila dilihat dari kewenangan, sudah jelas masuk dalam ranah Pemprov Jatim.

"Namun apabila terjadi banjir, maka yang menjadi korban terdampak adalah warga Kabupaten Pasuruan. Maka dari itu, langkah cepat menormalisasi Sungai Kebonsari menjadi langkah yang tak perlu harus menunggu lama, “jelasnya.

Dalam normalisasi ini, Pemkab Pasuruan dibantu oleh Dinas PU SDA Jatim serta PT Gutner, salah satu perusahaan yang lokasinya dekat dengan Sungai Kebonsari. 

"Terima kasih untuk PU SDA Jatim dan PT Gutner yang membantu operasional normalisasi Sungai Kebonsari dan tentunya warga sekitar yang juga ikut membantu," katanya.

Andri juga mengatakan bahwa saat ini beberapa sungai di Sidogiri, Rejoso dan wilayah lainnya tengah dinormalisasi dan berharap jika semakin banyak sungai yang dinormalisasi, maka banjir juga bisa semakin ditekan. 

Seperti diketahui, Sungai Kebonsari yang berada di wilayah Desa Gempol hingga Desa Legok, Kecamatan Gempol ini seringkali tak mampu menahan kiriman air yang datang dari wilayah Hulu, ketika curah hujan sedang tinggi-tingginya. 

Penyebabnya karena masih banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai ini ditambah tanaman Enceng gondok yang menutupi badan sungai, sehingga air pun gampang meluber ke pemukiman warga. 

Sejumlah sampah rumah tangga berhasil dibersihkan dengan menggunakan eksavator atau alat berat. Begitu pula dengan enceng gondok yang dibabat i agar sungai terlihat bersih, sehingga aliran sungai menjadi lancer. (MC Jatim/ida-yan/toeb)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Rabu, 28 Februari 2024 | 20:36 WIB
DPRD Berikan Masukan untuk Revisi RPJP Provinsi Jatim 2025-2045
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Rabu, 28 Februari 2024 | 20:38 WIB
Dukung Kemajuan Mahasiswa, ITS Sepakati MoU dengan PT RINA Indonesia
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Rabu, 28 Februari 2024 | 20:15 WIB
Kontrasepsi Cegah Stunting, BKKBN Genjot Layanan KB MOW
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Rabu, 28 Februari 2024 | 20:13 WIB
Dorong Produk UMKM Go International Lewat Trade Connect Bank Jatim 2024
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Rabu, 28 Februari 2024 | 20:24 WIB
Dosen Psikologi UNAIR Ungkap Pentingnya Tindakan Asertif untuk Mengatasi Bullying
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Rabu, 28 Februari 2024 | 19:55 WIB
Sikap Tegas Disperidag Kabupaten Pasuruan Terkait Beras SPHP
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Rabu, 28 Februari 2024 | 19:57 WIB
Pj Gubernur Adhy Dorong Stakeholder Wujudkan Universal Coverage bagi Pekerja
  • Oleh MC PROV JAWA TIMUR
  • Rabu, 28 Februari 2024 | 19:59 WIB
Kenali Gejala dan Risiko Tumor Otak