Penyembelihan Hewan Meugang di Pidie Jaya Meningkat

:


Oleh MC PROV ACEH, Kamis, 23 Maret 2023 | 19:26 WIB - Redaktur: Fajar Wahyu Hermawan - 51


Meureudu, InfoPublik - Penyembelihan ternak sapi dan kerbau pada meugang Ramadan 1444 H/2023 di Pidie Jaya meningkat dibandingkan tahun lalu. Meningkatnya pemotongan ternak tahun ini, menyusul membaiknya kondisi atau kesembuhan covid-19. Sehingga pedagang kembali meramaikan pasar daging meugang yang sudah menjadi tradisi turun-temurun di negeri ini. Harga daging Rp180.000 per-kilogram.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Kesehatan Hewan dan Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Pidie Jaya, drh Amirullah, Kamis (23/3/2023,) mengaku lega dengan normal atau pulihnya Covid-19 di wilayahnya. Betapa tidak, saat berjangkitnya penyakit yang sangat ditakuti itu, arus atau peredaran ternak baik antar kecamatan apalagi antar kabupaten sepi.

Satu-satunya Pasar Hewan di Ulee Gle Kecamatan Bandardua yang sebelumnya marak setiap pekan (hari rebu), menyusul Covid-19, terpaksa ditutup dan suasana pun sepi senyap. Kini pasar tersebut kembali beraktivitas dan setiap pekan selalu ramai. Ternak besar (kerbau dan sapi) serta ternak kecil yaitu kambing dan biri-biri penuh sesak di lokai yang letaknya berdampingan dengan Mapolsek setempat.

Amirullah menyebutkan, jumlah sapi dan kerbau yang disembelih pada meugang ramadhan tahun ini (21-22/3) yaitu 198 ekor. Rinciannya, sapi jantan 121 ekor, sapi betina tidak produktif 15 ekor. Disusul kerbau jantan 55 ekor dan kerbau betina tidak produktif ada 7 ekor. Sehingga totalnya 198 ekor. “Jumlah tersebut meningkat hampir 100 ekor dibandingkan meugang ramadhan tahun lalu,” kata Amir.

Menyangkut dengan harga, lanjut Amirullah, umumnya adalah Rp 180.000/kg. Seperti tahun-tahun sebelumnya dari tujuh ibukota kecamatan, hanya empat pasar kecamatan yang menjual daging meugang. Yaitu, Keude Ulee Gle (Bandardua), Keude Meureudu, Keude Trienggadeng dan Keude Luengputu Ibukota Kecamatan Bandarbaru. Amatan Rakyat Aceh, suasana meugang tahun ini sangat marak. Sejak pagi-pagi benar warga berduyun-duyun mendatangi pasar daging. Seperti di Ulee Gle.

Di Meureudu, mungkin karena jumlah ternak yang disembelih lebih banyak, sehingga jelang siang daging masih tersedia walau tidak terlalu banyak. Tak ayal, pedagang pun banting harga dari Rp 180.000/kg terpaksa dilego dengan harga Rp 130.000/kg. “H Usman Kaoy, salah seorang pedagang yang setiap meugang tak pernah absen menyembelih sapi, kali ini mengaku dagangannya agak melemah. Sehingga ia pun terpaksa harus menjual Rp 130.00/kg. “Cok aju keudeh Rp 130.000,” kata H Usman.(MC 05)