Hari Raya Galungan di Kabupaten Kayong Utara sebagai Momen Meningkatkan Kualitas Wisata Religi

:


Oleh MC KAB KAYONG UTARA, Rabu, 4 Januari 2023 | 14:25 WIB - Redaktur: Kusnadi - 235


Sukadana, InfoPublik - Masyarakat Kabupaten Kayong Utara yang beragama Hindu merayakan Hari Raya Galungan di Desa Sedahan Jaya, Sukadana, Rabu (04/01/2023)

Hari Raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu setiap enam bulan sekali (210 hari) untuk merayakan kemenangan antara Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). Dalam peringatan ini, mereka mempersembahkan sesuatu untuk Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara. Salah satu yang menjadi ciri khas Hari Raya Galungan adalah pemasangan Penjor.

Penjor merupakan simbol dari Naga Basuki yang artinya kesejahteraan dan kemakmuran. Bagi umat Hindu, penjor merupakan simbul gunung yang dianggap suci. Penjor seyogyanya dipasang tepat pada hari penampahan galungan, setelah jam dua belas siang.

“Makna dari hari raya Galungan adalah hari raya kemenangan dalam arti kata kebaikan menang terhadap kejahatan, kami juga selalu memakai simbol yaitu penjor, dipasang di halaman rumah yang melambangkan berdiri kokoh seperti gunung yang simbolnya melambangkan kedamaian dan ketenteraman bagi umat sedarma yang melaksanakan upacara sembayangan pada hari ini,” tutur Ketut Sekawan.

Upacara Galungan di Kabupaten Kayong Utara merupakan suatu keragaman dan keunikan, karena tidak semua tempat di wilayah Kalimantan Barat terdapat suatu desa yang mayoritas beragama Hindu. Hal tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan.

“Walaupun kondisi hari ini cukup panas akan tetapi kami dengan sangat khusyuk memuja  dan memuji Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang maha Esa untuk melaksanakan upacara keagamaan tersebut. Sebenarnya adat kami itu bebas, artinya walaupun bukan beragama Hindu silahkan datang pada saat hari besar kami, karena pada saat itu bukan hanya acara ritual saja tetapi juga terdapat tari-tarian, jadi tidak ada larangan di setiap momen hari raya besar kami, hal tersebut sebenarnya dapat menjadi suatu objek wisata, karena jarang sekali di Kalimantan Barat terdapat sekelompok masyarakat yang beragama Hindu,” ucap Ketut sebagai Pemuka Masyarakat.

Kabupaten Kayong Utara merupakan salah satu kabupaten yang terdapat berbagai keberagaman antara lain suku, ras, bahasa dan juga agama. Keberagaman ini merupakan aset bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dirawat bersama.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara, karena selama proses acara peringatan Galungan ini berlangsung dengan aman, ke depannya toleransi seperti ini dapat terus terjaga,” harap Ketut. (Mc Kab. Kayong Utara/Ag).