Pemda Aceh Jaya Fokus Kembangkan Produk Inovasi Minyak Nilam

:


Oleh MC PROV ACEH, Jumat, 2 November 2018 | 04:42 WIB - Redaktur: Tobari - 612


Banda Aceh, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bekerja sama dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia sepakat untuk mengembangkan produk Inovasi minyak Nilam.

Hal tersebut disepakati dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Nasional Nilam Aceh yang diselenggarakan oleh ARC dan Kemenristekdikti di Ruang Senat Unsyiah Banda Aceh, Rabu (31/10).

Bupati Aceh Jaya T. Irfan TB mengucapkan terima kasih yang setinggi tingginya kepada Pihak ARC unsyiah yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, sehingga melahirkan kesepakatan untuk mengembangkan klaster inovasi minyak nilam aceh di Kabupaten Aceh Jaya yang didukung penuh oleh Kementerian Risetdikti RI.

Dan telah melakukan pembinaan kepada para petani nilam di aceh jaya selama ini sehingga telah menghasilkan beberapa produk turunan minyak nilam seperti Sabun, bahan wangi-wangian Aroma Therapi dan Parfum.

Menurut Irfan hampir seluruh wilayah di Kabupaten Aceh Jaya kondisi tanahnya sangat cocok untuk tanaman nilam, dan dengan adanya pembinaan dari ARC Unsyiah yang didukung oleh Kemenristek Dikti semoga dapat meningkatkan kembali gairah petani untuk menanam nilam sebagaimana yang pernah mengalami masa kejayaan minyak nilam di Aceh Jaya.

Akhir-akhir ini petani nilam banyak yang pesimis menanam nilam karena adanya penyakit virus yang menyerang tanaman nilam atau yang lebih dikenal dengan pakuk/budoek, serta fluktuasi harga. Dengan adanya pembinaan dari Phak ARC Unsyiah ini perlahan-lahan kini telah meningkatkan kembali semangat menanam komoditi tersebut.

Sementara itu Direktur Inovasi Industri Kemenristekdikti Ir. Santosa Yudo Warsono, MT mengatakan pihaknya sangat mendukung program klaster inovasi minyak nilam ini, karena banyak keluhan pelaku usaha yang selalu mengimpor bahan baku produk kecantikan dari luar negeri, padahal bahan mentahnya banyak terdapat di Indonesia seperti yang terdapat di Aceh ini.

Untuk itu Santosa berharap agar dalam waktu 3 tahun ke depan sudah ada hasil yang diperoleh dari program ini yaitu berupa penghasilan yang berkelanjutan terutama bagi petani nilam dan para pelaku usaha klaster minyak nilam itu sendiri. Dan akhirnya kebutuhan bahan baku produk kecantikan dalam negeri dapat disediakan oleh petani lokal dan tidak perlu lagi impor.

Pada kesempatan itu turut pula diserahkan produk klaster inovasi nilam berupa satu unit ketel steel oleh Dari Unsyiah Kepada Pemda Aceh Jaya yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Rektor IV Unsyiah Dr. Hizir yang diterima langsung oleh Bupati Aceh Jaya Drs. H.T. Irfan TB.(ajay/toeb)