Ternyata Surat Keterangan Terdaftar Gafatar di Riau Ada Dua

:


Oleh Prov. Riau, Senin, 18 Januari 2016 | 20:20 WIB - Redaktur: Tobari - 120


Pekanbaru, InfoPublik - Ternyata izin Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Riau ada dua. Selain pernah dikeluarkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau, juga dikeluarkan oleh Kesbangpol Kota Dumai.

Demikian dikatakan Kapolda Riau, melalui Kepala Bagian (Kabag) Pembinaan dan Latihan (Binlat) Polda Riau AKBP Anwardi, saat menjadi pembicara pada acara dialog menyikapi kondisi terkini keamanan dan ketenteraman masyarakat di Provinsi Riau soal Gafatar dan Teror Bom.

"Berdasarkan catatan kami, Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Gafatar di Riau ada dua. Satu dikeluarkan di Kesbangpol Riau dan Kesbangpol Dumai," kata AKBP Anwardi, di aula Kantor Kesbangpol Riau, Senin (18/1).

Dipaparkannya, jika SKT yang dikeluarkan Kesbangpol Riau terdaftar pada Desember 2011-Desember 2015. Sementara di Kota Dumai terdaftar dari April 2013-April 2018. 

Meski begitu, pergerakan Gafatar di Riau belum terindikasi ke arah tindakan kriminalitas dan radikal. Justru berdasarkan pantauan pihaknya, Gafatar Riau kerap melakukan kegiatan sosial dan kemasyarakatan seperti pengobatan massal.

"Hingga saat ini belum ada indikasi kerah kriminalitas seperti halnya di daerah lainnya di Indonesia," ungkap Anwardi.

Meski begitu, perwira menengah ini tetap meminta kepada masyarakat untuk waspada serta pro aktif memantau semua pergerakan yang mencurigakan, bukan hanya Gafatar yang saat ini cukup menjadi perhatian di Riau.

"Tentunya kita minta masyarakat serta seluruh elemen lainnya bahu-membahu mengantisipasinya. Bukan cuma Gafatar, jika ada gerakan mencurigakan cepat laporkan ke pihak berwajib," papar Anwardi.

Sementara, Kepala Kesbangpol Provinsi Riau Ardi Basuki menjelaskan secara administrasi SKT Gafatar yang dikeluarkan pihaknya sudah berakhir pada akhir tahun lalu.

Namun sejak enam bulan terakhir, kegiatan Gafatar yang belakangan sering disebut-sebut dengan bertentangan agama Islam seperti melarang sholat dan puasa, sudah tak terlihat lagi jejaknya. 

Selain itu, sekretariat Gafatar yang terletak di Jalan Arifin Achmad di Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai, juga tak diketahui lagi. Ada pun terkait izin SKT yang dikeluarkan Pemkot Dumai, kegiatan Gafatar di Kota Minyak itu sudah tak terlihat lagi jejaknya.

"Kita sudah konfirmasi dengan Kesbangpol Dumai. Memang betul izinnya habis 2018 nanti. Tapi untuk kegiatannya sudah tak ada lagi," papar Ardi. (MC Riau/mtr/toeb)