Isyana menjelaskan bahwa prefrontal cortex merupakan bagian otak yang berperan penting dalam pengambilan keputusan. Kondisi biologis ini membuat remaja memerlukan pengarahan dalam menghadapi berbagai tantangan serta pilihan hidup.
"Ini tentu saja mudah digaungkan, tapi pada praktiknya untuk remaja yang fisiknya tengah berubah, perkembangan otaknya sedang luar biasa, terutama di bagian prefrontal cortex bagian depan yang berpengaruh pada pengambilan keputusan. Fungsi ini masih terus berkembang sampai usianya nanti 25 tahun," ujar Isyana saat menghadiri Sashing Ceremony Duta Generasi Berencana (GenRe) Indonesia 2026 di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Ia menambahkan, kampanye perlindungan remaja seperti "no nikah dini, no seks pranikah, dan no napza" tidak cukup hanya dijadikan slogan. Penerapan nilainya dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan proses pendampingan yang konsisten dari lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, Isyana menekankan bahwa ajang Duta GenRe bukan sekadar ajang kompetisi mencari pemenang. Para duta yang hadir dari berbagai provinsi diharapkan mampu menjadi figur inspiratif dan membawa dampak positif bagi sebaya mereka.
"Ini bukan sekadar kompetisi menang kalah, tapi jalan setiap orang berbeda-beda. Apa yang bisa kita kontribusikan terlepas dari gelar apa yang kita miliki, yang paling penting adalah melakukan semuanya dengan sebaik-baiknya, penuh rasa tanggung jawab, dan bisa menginspirasi sesama remaja Indonesia," tuturnya.
Upaya penyiapan remaja ini dinilai makin mendesak mengingat Indonesia sedang berada dalam periode bonus demografi. Selain itu, langkah penguatan kualitas remaja tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimulai dari lingkup keluarga.
Isyana berharap, pembinaan yang tepat pada kelompok remaja saat ini dapat mencetak calon-calon pemimpin berkualitas demi menyongsong agenda Indonesia Emas 2045.