Jum'at, 4 April 2025 0:20:59

Gizi Seimbang Penting untuk Tumbuh Kembang Anak-Anak

: Ilustrasi/Foto: Kemenkes


Oleh Putri, Kamis, 23 Januari 2025 | 18:37 WIB - Redaktur: Untung S - 173


Jakarta, InfoPublik - Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi mengungkapkan Indonesia mengalami tiga masalah besar terkait gizi, yaitu gizi kurang (undernutrition), kekurangan mikronutrien, dan overweight (obesitas).

"Salah satu masalah yang signifikan adalah stunting pada balita mencapai 21,5 persen, sehingga berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia kita,” ujar Endang seperti yang dikutip InfoPublik Kamis (23/1/2025),

Lanjutnya, salah satu upaya penting adalah mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula, garam, dan lemak serta meningkatkan konsumsi makanan bergizi seimbang.

Untuk itu, Endang mengatakan perlu memberikan prioritas pada pola makan yang bergizi seimbang, terutama bagi anak-anak. Gizi seimbang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Menurutnya, makanan bergizi seimbang harus mencakup beragam jenis makanan, termasuk sayur dan buah, serta lauk yang kaya protein.

"Masyarakat juga perlu mengurangi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak secara berlebihan, serta membiasakan sarapan dan cukup minum air putih setiap hari," kata Endang.

Pola makan masyarakat Indonesia saat ini memunculkan kekhawatiran tersendiri. Konsumsi protein hewani pada balita masih rendah, yakni hanya 21,6 persen.

Sementara itu, konsumsi minuman manis tinggi mencapai 52 persen, makanan asin 32 persen, makanan instan 11 persen, dan penggunaan penyedap rasa tercatat 78 persen. Bahkan, 65 persen masyarakat Indonesia cenderung tidak sarapan setiap hari.

Masalah gizi kurang pada balita tercatat 8,5 persen, sedangkan anemia pada remaja mencapai 16,3 persen, dan anemia pada ibu hamil 27,7 persen.

Selain itu, overweight pada remaja tercatat 12,1 persen, sedangkan obesitas pada orang dewasa juga menjadi perhatian serius.

Menurut Endang, data ini menunjukkan bahwa tantangan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia masih sangat besar.

Ia menambahkan, pada peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) pada 25 Januari, ditekankan pentingnya pola konsumsi makanan bergizi dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga Indonesia.

Endang berharap pada Peringatan HGN 2025 menjadi momentum perubahan ke arah yang lebih baik pada seluruh komponen masyarakat, khususnya untuk perilaku makan bergizi seimbang.

Masyarakat diharapkan mampu memilih makanan yang lebih sehat sebagai asupan sehari-hari. Sebagai contoh, masyarakat dapat memilih jus buah tanpa gula daripada minuman berpemanis serta makanan olahan rumah tangga daripada makanan cepat saji.

"Saat snack time, masyarakat dapat memilih buah-buahan sebagai camilan daripada gorengan atau makanan tinggi gula. Selain itu, sarapan pagi lebih baik daripada melewatkan sarapan pagi," kata Endang.

Staf Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha menjelaskan bahwa kualitas gizi yang baik sangat berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya SDM pada masa depan.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah membentuk BGN, yang bertugas memastikan pemenuhan gizi nasional secara optimal.

“Fungsi utama Badan Gizi Nasional adalah melaksanakan pemenuhan gizi di seluruh Indonesia. Implementasinya akan dilakukan dengan berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai daerah, serta lembaga dan kementerian terkait lainnya,” kata Ikeu.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Doddy Izwardy menegaskan pentingnya dukungan terhadap program prioritas nasional dalam memutus mata rantai stunting. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu inisiatif penting untuk mencapai tujuan tersebut.

“Upaya untuk memutus mata rantai gagal tumbuh harus terus dilakukan, karena ini sangat berpengaruh terhadap tercapainya Indonesia Emas 2045 dan pencapaian SDGs 2030,” ujar Doddy.

Ahli gizi memiliki peran penting, antara lain dalam mengawasi kualitas makanan, memastikan keamanan pangan, mengembangkan menu makanan bergizi, serta memberikan pelatihan kepada petugas pengolah makanan.

Ahli gizi juga berperan dalam mengawasi proses pengolahan dan penyajian makanan untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar bergizi.

 

Berita Terkait Lainnya