Indonesia-Jepang Kolaborasi Gelar Studi Kelayakan Fasilitas Penanganan Sampah Skala Besar

: Penandatanganan MoU Feasibility Study on Large-Scale Waste Treatment Facility di kawasan Bekasi, Karawang dan Purwakarta antara KLHK dengan Kementerian Urusan Lingkungan Jepang (Biro Humas KLHK)


Oleh Wahyu Sudoyo, Kamis, 4 April 2024 | 23:20 WIB - Redaktur: Taofiq Rauf - 225


Jakarta, InfoPublik – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Kementerian Urusan Lingkungan Jepang atau Ministry of Environmental Affairs Japan berkolaborasi menggelar Studi Kelayakan Fasilitas Penanganan Sampah Skala Besar atau Feasibility Study on Large-Scale Waste Treatment Facility di kawasan Bekasi, Karawang dan Purwakarta.

“Kegiatan yang akan dilaksanakan melalui kerja sama ini berupa studi kelayakan dalam rangka pengembangan Tempat Pemrosesan Sampah Regional Bekasi, Karawang dan Purwakarta (Bekarpur), pendampingan teknis dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi pemerintah daerah,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kabiro Humas) KLHK, U Mamat Rahmat, dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (4/4/2024).

Mamat mengatakan, kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Implementation Arrangement (IA) tentang Feasibility Study on Large-Scale Waste Treatment Facility in Bekasi, Karawang and Purwakarta Area oleh Sekretaris Direktorat Jenderal PSLB3 KLHK, Sayid Muhadhar dengan Director General for Resource Circulation Environmental Regeneration and Material Cycles Bureau, Ministry of Environment Japan (MoEJ), Sumikura Ichiro, di Kantor MoEJ, Distrik Chiyoda, Tokyo, Jepang, pada Selasa (2/4/2024) lalu.

Turut hadir menyaksikan penandatanganan ini, Wakil Menteri LHK Alue Dohong bersama Vice Minister for Global Environmental Affairs Japan, Yutaka Matsuzawa.

“Acara penandatanganan Pengaturan Implementasi tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan pertemuan High Level Dialogue antara KLHK dengan MOEJ,” tuturnya.

Selain itu, kerja sama ini dilakukan dalam rangka Mid-term Review implementasi Memorandum of Cooperation (MoC) dibidang Lingkungan Hidup yang ditandatangani oleh Menteri LHK RI Siti Nurbaya dengan Minister of the Environment Japan, Nishimura Akihiro, di Bali pada 30 Agustus 2022 lalu.

Lebih lanjut Mamat mengatakan, pada pertemuan tingkat tinggi tersebut dibahas lima area utama yaitu: Perubahan Iklim dan Perdagangan Karbon; Pengelolaan Sampah (termasuk e-waste); Marine plastic dan International Legally Binding Instrument (Marine Plastic Treaty); Pengelolaan Lingkungan; dan Konservasi Keanekaragaman Hayati.

“Disamping penandatangani IA salah satu kesepakatan yang akan ditindaklanjuti adalah Jepang akan memberi bantuan ke Indonesia terkait penanganan sampah elektronik (electronic waste) dengan dukungan kegiatan berupa feasibility study, alih teknologi dan capacity building untuk masa waktu program selama empat tahun kedepan (2024-2028),” jelas Kabiro Humas KLHK”

Menurut Mamat, dalam penandatanganan kerja sama itu, Wamen LHK Alue Dohong meminta Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (Ditjen PSLB3) dan Biro Kerjasama Luar Negeri KLHK segera menyiapkan langkah-langkah awal persiapan dan berkomunikasi dengan mitra di Kementerian Lingkungan Hidup Jepang untuk mengkonkritkan kerjasama di bidang penanganan sampah elektronik tersebut.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Kamis, 23 Mei 2024 | 22:37 WIB
Pembahasan Penanganan Masalah Air Global Dilakukan Hampir Tiga Dekade
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Kamis, 23 Mei 2024 | 11:23 WIB
World Water Forum ke-10 Jadi Momen Penting untuk Selamatkan Danau
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Jumat, 17 Mei 2024 | 09:35 WIB
Buronan Perusak Mangrove di Belitung Timur Ditangkap
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Kamis, 16 Mei 2024 | 21:22 WIB
KLHK Tunjukkan Komitmen Perlindungan Keanekaragaman Hayati di PKHI
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Rabu, 15 Mei 2024 | 23:03 WIB
Wisudawan SMKKN Diharapkan Beri Kontribusi Nyata Bangun Sektor LHK